TERLUKA [ON GOING]

TERLUKA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 4, 2021
Aku adalah Fathan Yanuar Adinata anak tunggal dari pengusaha terkaya di Indonesia. Hidupku cukup sempurna, memiliki keluarga yang bahagia dan penuh kasih sayang. Namun kebahagiaan itu telah sirna disaat umurku menginjak 10 tahun. Kedua orang tua ku memutuskan untuk berpisah karena ada orang ketiga diantara mereka. Sungguh aku terguncang karena perkara keluarga ku itu. Ibu menikah kembali dengan seseorang yang menyebabkan keluarga hancur. Hingga akhirnya aku memilih tinggal bersama ayah ku. Kepribadian ayahku mulai berubah sejak saat itu. Dia jarang pulang ke rumah dan tidak pernah menemui ku atau bahkan berbincang bincang bersama ku. Aku mulai takut dan akhirnya aku menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Pendiam dan tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain. Di umurku yang masih membutuhkan kasih sayang aku dipaksa untuk menjadi dewasa. Aku mulai menghisap rokok untuk menenangkan pikiran ku. Padahal aku hanya seorang anak kecil yang bahkan belum melewati masa puber. Tidak ada rumah bagiku untuk pulang, tidak ada tempat untuk ku berkeluh kesah menceritakan masalah yang terjadi. Hingga dimana aku sudah lelah akan hidup. Aku bertemu dengan wanita yang menjadi cahaya bagi kehidupan ku lagi. Tapi nyatanya aku kembali TERLUKA karena sosoknya telah menghilang dari hidupku entah kemana. 4/12/21 Picture by pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Secarik Luka [Complete]
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Stres In Life
  • Eliinaa
  • Paradise
  • ALL MY WOUNDS
  • Sejenak Luka
  • GREENSTA [END]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines