Amara Prēma

Amara Prēma

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 19, 2022
Menolak dewasa. Mungkin itu kata yang tepat untuk seorang Amara. Di usia yang menginjak tujuh belas tahun, Amara harus dihadapkan dengan berbagai macam problema kehidupan. Kisah cinta, persahabatan, keluarga, bahkan cita-cita. Entah akan bagaimana akhirnya nanti, apakah Amara kuat dan menjadikan semuanya pelajaran di masa depan? Atau justru memilih jatuh ke tempat terdalam, sampai tak ada yang bisa menemukannya? ☡[Sebagian kisah diangkat dari kisah nyata seseorang]☡
All Rights Reserved
#282
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • playlist (completed)
  • my baby girl (completed)
  • where our hearts meet
  • I (DON'T) HATE A MAN (ON GOING)
  • one more night
  • Him and I (completed)
  • Farellio's [SELESAI]
  • Yang Pernah Patah
  • fake it until you make it (completed)
  • FRIEND ZONK

Sejak kecil Maya Hanggini suka pesta pernikahan. Ia suka dekorasinya yang cantik, bunga-bunga yang ditata dengan menawan, gaun pengantin yang seperti baju putri di negeri dongeng, dan kecupan di altar yang seperti sebuah happy ending di kisah fairytale. Oleh karena itu, sejak umur sepuluh tahun Maya becita-cita menjadi seorang wedding organizer. Dari Senin sampai Minggu gadis itu selalu mengurus pesta pernikahan. Namun, ia sama sekali tidak tertarik untuk menikah. Hatinya sudah lama hancur. Hatinya sudah lama beku, ia mati rasa. Sejak Leo meninggalkannya dan memutuskan untuk menikahi sahabatnya, ia memutuskan untuk berhenti jatuh cinta. Bukan karena ia masih mencintai mantannya, tapi hatinya begitu terluka sampai sakitnya-membuat ia memutuskan untuk membunuh perasaannya sendiri. Namun, katanya; dua hati yang terluka bisa saling menyembuhkan satu sama lain. Selama sepuluh tahun terakhir Sergio Darmawan hanya mencintai seorang wanita. Ia hanya pernah sekali jatuh cinta, lalu juga harus membunuh sendiri perasaannya. Ia begitu terluka, hingga tidak tahu apakah ia bisa jatuh cinta lagi. Takdir membuat dua orang yang terluka ini berjumpa. Nggak ada yang namanya kebetulan. Semua terjadi karena sebuah alasan. Namun, ternyata luka dan trauma masih menang dan tak mau kalah. Ada cinta yang menyala-nyala, namun harus mati saat itu juga. Karena luka masa lalu terus menggerogoti seperti kulit kedua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines