Genggam Erat

Genggam Erat

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
Kisah yang mungkin akan terasa berbeda antara aku yang berusaha menyukai apa yang dia suka untuk bisa hadir dihidupnya, dan dia yang memaksa keluar dari zona hidup ku. Dan senja akan jadi saksi bisu antara aku dan dia. "Hari ini, besok, lusa, minggu depan, bahkan tahun depan, atau mungkin hingga aku ini udah bosan dengan apa itu rasa suka," Aku Cahaya Destiany. "Dia mungkin bukan satu-satu nya yang bisa membuat ku terkesan, namun dia hanya satu-satu nya orang yang bisa membuat ku terus berjuang," Emika Destiany.
All Rights Reserved
#8
fiendship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • villain's  [ SUDAH TERBIT DI PLAY STORE DAN PLAY BOOK ]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • INTUISI [END]
  • The secret love
  • Baazigar (Tamat)
  • Vallerie
  • REVALIS[REVISI]
  • Elina- kisah ku
  • Bullshit ✓
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines