Bentangan Payung Biru

Bentangan Payung Biru

  • WpView
    Membaca 484
  • WpVote
    Vote 33
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadLengkap Rab, Des 8, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Gue cuma mau bilang, kalo lo yang sekarang itu aman. Gue pikir, ketakutan semakin dibawa lari akan semakin besar bayang-bayangnya. Mungkin dengan lo balik lagi ke tempat tinggal lo yang lama, sedikit banyaknya itu bakal bawa perubahan di hidup lo." Dari perkataan itu, Kevin memutuskan mengambil satu langkah besar dalam hidupnya. Ia kembali dipertemukan secara ajaib dengan seorang gadis yang pernah membentangkan payung biru di atas kepalanya. Di bawah bentangan payung biru itu, sebuah cerita tercipta. Benturan waktu dan garis takdir. Banyak yang bilang, dunia itu sempit. Manusia kembali dipertemukan dengan seseorang yang pernah mereka temui di masa lalu. Namun, bagaimana jika manusia yang sempat bertemu, kembali dipertemukan karena sebuah benang merah tak kasat mata yang masih mereka genggam di kedua ujungnya? Mereka akan merajut sebuah cerita baru atau menyelesaikan cerita yang belum usai.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Quant (On Going)
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Titik Terbaik | END
  • Feeling Blue
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Silent Scars | Orine
  • Another [END]
  • Pieces of Light

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan