my dumb life 🦋

my dumb life 🦋

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 21, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Tagsdiary
Jangan masuk kesini aku takut kamu kecewa, ini bukan crita lalu yang aku tulis untuk kalian baca. Ini adalah pelarian pelampiasan pelepasan keresahan ketakutan kesenangan dan kekecewaan yang tidak bisa aku katakan kepada satu orang pun di bumi ini. Aku minta maaf sudah meninggal kan kalian dengan rasa sukarela sudah membaca karya yang setiap katanya berasal dari imajinasi rendahan, banyak tragedi selama ini suka duka pertemuan dan perpisahan yang tak bisa aku tuangkan dalam crita itu, terlebih lagi dua tokoh utama dalam crita itu sudah pergi sudah bahagia dengan peran baru nya masing2, itu titik terang nya aku takbisa menulis nya lagi karna dia pergi membawa semua imajinasi ku tentang nya, jadi maaf ku tutup dan tak akan ku lanjutkan lagi dua crita itu, karna kita harus tetap melangkah ke depan..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • a man strong, patient compassionate and tough(season 3) TAMAT
  • Meeting First Love
  • someone like you
  • Kenangan Dalam Satu Tahun (END)
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • 𝙂𝙤𝙤𝙙 𝙗𝙮𝙚 𝙍�𝙞𝙠𝙞 | ℕ𝕚𝕤𝕙𝕚𝕞𝕦𝕣𝕒 ℝ𝕚𝕜𝕚✓
  • Alena Story (END)
  • You are in my past and my future [END]

Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines