Story cover for S-E-N-J-A by ainunry24
S-E-N-J-A
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 06, 2021
Mature
Matahari mulai tenggelam bersembunyi di dalam lautan yang berwarna biru pekat. Burung-burungpun seperti mengerti bahwa sudah saatnya pulang, untuk mengisirahatkan pencarian makanan, ombakpun begitu, mulai meninggakan permukaan. Sedangkan angin semakin kencang mencengkam tubuh mungil Avel. Sayangnya Avel belum beranjak pergi, kakinya memang agak keram karena posisi duduknya yang menompang wajahnya yang anggun. 

"Aku temani kamu melihat senja" ucap Bintang. Tangan Bintang menyelimuti tubuh Avel dengan jaketnya. Avel sendiri hanya melihat sekilas wajah Bintang lalu tatapannya kosong kearah matahari yang semakin kecil dari sebelumnya. 

"Vel, jika kitapun akhirnya tak bisa bersama tapi tolong biarkan aku selalu ada didekatmu" Avel yang mendengar perkataan Bintang hanya bisa diam,tak ingin menanggapi. Bintang beranjak pergi meninggalkan Avel sendiri lagi. 

Setelah kepergiannya Bintang, Avel meneteskan air mata. Avel menangis sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri.
All Rights Reserved
Sign up to add S-E-N-J-A to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
FIRASAT | NCT 127 | (END)  by Ranisayeoja
35 parts Complete
Firasat Aku berjalan menuju ruang musik. Setelah sampai, Aku duduk dikursi di hadapan sebuah piano. Aku menghela nafas dan menghembuskannya secara perlahan lalu mulai memainkan pianonya. Hingga menciptakan alunan musik dari tuts-tuts piano itu, kemudian Aku mulai bernyanyi. "Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu Desau angin meniupkan namamu Tubuhku terpaku" "Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu Tabur bintang serupa kilau auramu Aku pun sadari, ku segera berlari" 'Tes' Air mataku melolos begitu saja, membuat pipi ku basah. "Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi Firasatku ingin kau tuk cepat pulang Cepat kembali, jangan pergi lagi" Tiba-tiba hawa di ruangan musik ini mendadak menjadi dingin. bahkan buluk kuduku sudah merinding. Tapi aku tidak peduli dan tetap bernyanyi. "Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara Semoga ada waktu sayangku" Jantungku mulai berdebar. Kenapa aku jadi takut seperti ini? "Ku percaya alam pun berbahasa Ada makna di balik semua pertanda Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya Aku tak peduli, ku terus berlari" Tangan ku mulai bergetar. Entah, rasa takut ini menyebar. Perasaan ku mulai tidak enak. Kenapa aku jadi begini? Seharusnya aku senang Karena mungkin ini pertanda Miyeon datang. "Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi Firasatku ingin kau tuk cepat pulang Cepat kembali, jangan pergi lagi Dan lihatlah..." sampai aku menyelesaikan lirik terakhir ku. 'Deg' . . . *** gara-gara gak sengaja suka dengerin lagu firasat jadi kepikiran buat bikin ff ini bulan Agustus lalu 😁. Cover by Shihan..
You may also like
Slide 1 of 10
DENIAL cover
Another Side cover
Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa cover
GrapicH [✔] JOHNTEN FML cover
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Sebuah Antara ✔ cover
Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata] cover
ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓ cover
Hide and Seek | aespa × NCT cover
FIRASAT | NCT 127 | (END)  cover

DENIAL

14 parts Complete Mature

Ada kalanya perasaan itu datang bersama rintik hujan. Mengalir deras seperti butiran embun di daun ilalang. Secercah harapan terpaksa luntur karena tidak sejalan. Sang puan pun pamit pulang karena sudah tidak ada harapan. Pada akhirnya sang tuan pun menyesal karena menganggap remeh datangnya hujan. Kini sang hujan sudah tidak memeluknya lagi dimalam hari. Hujan yang dulu selalu menemaninya terlelap, hujan yang selalu ada disaat ia terjaga. Hilang, sudah menghilang, tergantikan dengan angin gersang yang menakutkan. Adakalanya mendung datang, tapi tidak bersama hujan. Melainkan bersama getaran yang begitu menakutkan. Ia rindu suasanya, ia rindu pelukannya, dan terlebih lagi ia rindu hujannya. Pelajaran untuk dirinya , bahwa semesta tidak pernah main-main dengan rencananya.