Story cover for S-E-N-J-A by ainunry24
S-E-N-J-A
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 06, 2021
Mature
Matahari mulai tenggelam bersembunyi di dalam lautan yang berwarna biru pekat. Burung-burungpun seperti mengerti bahwa sudah saatnya pulang, untuk mengisirahatkan pencarian makanan, ombakpun begitu, mulai meninggakan permukaan. Sedangkan angin semakin kencang mencengkam tubuh mungil Avel. Sayangnya Avel belum beranjak pergi, kakinya memang agak keram karena posisi duduknya yang menompang wajahnya yang anggun. 

"Aku temani kamu melihat senja" ucap Bintang. Tangan Bintang menyelimuti tubuh Avel dengan jaketnya. Avel sendiri hanya melihat sekilas wajah Bintang lalu tatapannya kosong kearah matahari yang semakin kecil dari sebelumnya. 

"Vel, jika kitapun akhirnya tak bisa bersama tapi tolong biarkan aku selalu ada didekatmu" Avel yang mendengar perkataan Bintang hanya bisa diam,tak ingin menanggapi. Bintang beranjak pergi meninggalkan Avel sendiri lagi. 

Setelah kepergiannya Bintang, Avel meneteskan air mata. Avel menangis sejadi-jadinya hingga tak sadarkan diri.
All Rights Reserved
Sign up to add S-E-N-J-A to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Renjana [COMPLETED] by skyaksa
36 parts Complete
Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
You may also like
Slide 1 of 10
Hide and Seek | aespa × NCT cover
Renjana [COMPLETED] cover
Senja Di peluk Awan  cover
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
Don't hate me || Jeno Jaemin [END] cover
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa cover
GrapicH [✔] JOHNTEN FML cover
Another Side cover

Hide and Seek | aespa × NCT

21 parts Complete

Cerita klise tentang seorang gadis biasa dan lelaki pujaan semua orang, dipertemukan oleh kebiasaan tidak biasa yang mereka punya. Cerita tentang takdir, tentang orang-orang yang berlalu lalang dalam kehidupan kita. Datang dan pergi, bergantian. Cerita yang mungkin berakhir manis, namun bukan tidak mungkin benar-benar berakhir. Untuk kamu, para pengagum rahasia, yang berharap cintamu terbaca dengan sendirinya. °°° Alina adalah remaja biasa yang sangat menikmati kehidupan biasanya. Tapi, seseorang tiba-tiba mengusik hatinya. Alina hanya berani mengagumi dalam diam, berharap isi hatinya bisa didengar oleh semesta, dan membantunya menciptakan kisah yang ia dambakan. Saat cerita yang ia harapkan mulai terwujud, sosok lain hadir membuat arah cerita yang Alina inginkan menjadi buram. Lalu, bagaimana akhir cerita Alina?