KORAN TERAKHIR

KORAN TERAKHIR

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 6, 2021
Kondisi rumah tak lagi sama setelah dua minggu kemarin, kisah yang terputus oleh jarak dan takdir, bayangan semakin hilang seperti embun di jendela kaca yang terpapar cahaya, musim akan berganti, perjalanan tentang malam, pagi, dan sore selepas dua minggu kemarin... apakah akan terasa berat bagi Candala? apakah dunia dapat berjalan seperti sebelumnya? Candala hanya menampung segalanya dalam pikiran dan keteragisan dua minggu kemarin. Koran dan buku catatan baginya hantu yang mengerikan sebab penderitaan di mulai dari sana.
All Rights Reserved
#21
social
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat lalu menyapa untuk kembali
  • Antara Cinta dan Lara
  • Boleh Aku Cerita?
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)
  • Langit dan Cahayanya
  • [Complete] Fate in Chains
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • Far From Home [TERBIT]
  • Kau Rumahku

Kembali pada Waktu yang Terlupakan Samarth Vibhavari berdiri di depan pintu rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Rumah ini, yang dulu menjadi tempatnya tumbuh besar, kini terasa asing. Dulu, rumah ini penuh dengan kenangan indah yang tercipta bersama keluarganya. Namun kini, setelah sekian lama, semua itu hanya tinggal kenangan. Pintu yang tergerak sedikit karena hembusan angin, dinding yang mulai retak, dan udara yang terasa berat. Semua itu mengingatkannya pada masa lalu yang telah lama ia tinggalkan. Setelah ayahnya meninggal dalam sebuah peristiwa yang tak pernah ia pahami, Samarth merasa seolah-olah dunia di sekitarnya berubah. Rumah ini, yang dulu penuh dengan canda tawa, kini sepi. Kepergian ibunya yang lebih memilih untuk meninggalkan mereka semakin menambah rasa kosong di hatinya. Dia kembali ke sini, ke tempat yang pernah ia sebut rumah, namun kali ini bukan untuk merasakan kenyamanan, melainkan untuk menghadapi kenyataan yang sudah lama ia hindari. Namun, ada satu hal yang selalu mengganggu pikirannya. Radhika Rajeshwari. Nama itu kembali terlintas di benaknya. Gadis yang dulu sering beradu argumen dengannya, yang selalu mengganggu hidupnya dengan segala kecerewetannya. Namun, meskipun sering bertengkar, ada sesuatu dalam diri Radhika yang membuat Samarth merasa bahwa hubungan mereka lebih dari sekadar perseteruan. Saat ini, di hadapan rumah ini, kenangan tentang Radhika seakan datang begitu saja.Seolah-olah masa lalu yang sudah lama terkubur itu kembali muncul. Namun, kenapa? Apa yang membuatnya kembali berpikir tentang Radhika setelah sekian lama? Pertanyaan itu menggantung di pikirannya, dan tanpa ia sadari, kaki Samarth melangkah memasuki rumah yang dulu ia tinggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines