Dangerous Obsession

Dangerous Obsession

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 17, 2023
"Gue suka sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue?" "Gak! Gue gak mau. Please deh lo gak usah gangguin gue. Udah ratusan kali lo nanyain itu. Capek gue dengarnya." "Makanya terima gue jadi pacar lo." "Gak! Gila lo ya maksa gue mulu." "Gue gila karna lo." Cana memejamkan matanya. Merendam emosinya yang makin memuncak. Memakai cara apapun yang ia lontarkan pada cowok itu, tidak akan membuat cowok itu berhenti mengejarnya. Malah cowok itu semakin gencar mengejarnya. "Terserah lo ajalah!" Cana membalikkan badannya. Mulai melangkahkan kakinya. Hendak meninggalkan Gio. Gio berlari kecil menyusul Cana. Berjalan santai di belakang Cana. Ia tidak memedulikan, sekarang ia menjadi pusat perhatian semua orang di kantin. "Na, gue akan tetap ngejar lo. sampai kapanpun. Sampai lo benar-benar mau nerima gue!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Tokoh Utama
  • ALSTARAN [END]
  • RadenRatih
  • LOVE STORY QIANARRA
  • If I Don't Hurt You (END)
  • Bersamamu
  • You are My Destiny (Completed)
  • No Longer Mate

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines