
"Mama udah sayang aku?" Itulah kalimat yang selalu keluar jika Clara berpapasan dengan Mamanya. "Mama udah sayang aku?" Clara mendongak, menatap langsung wajah sang Mama yang menampilkan ekspresi dingin dan jijik sekaligus. "Mama udah sayang aku?" Tahun ke 6 ulang tahunnya. Clara tak pernah bosan dengan kata itu. Tiap malam, ia selalu menunggu Mamanya pulang. Lalu menanyakan pertanyaan yang sama sejak ia bisa berbicara 3 tahun lalu. "Mama udah sayang aku?" Bukannya menangis, Clara hanya mendongak menatap mamanya sambil memegang pipinya yang sehabis di tampar. Kalimat " Mama udah sayang aku?" Selalu keluar jika ia berpapasan dengan Mamanya. Seumur hidupnya hingga umur 7 tahun ini, ia hanya pernah mengucapkan 4 kata itu, selebihnya tidak. Jika ada yang bertanya ia akan menggeleng atau mengangguk saja. "Mama udah sayang aku?" Kali ini di ulang tahun yang kesepuluh. Ia baru selesai di pakaikan gaun putih oleh Sang pengasuh. "Diam!" Clara tersenyum senang mendengar suara Mamanya. Matanya berbinar. Ini pertama kali dalam hidupnya ia mendengar suara Mamanya. "Mama udah sayang aku?" Prang.... Guci seukuran kepala manusia dewasa menghantam kepala Clara. Gaun putih bersihnya kini di penuhi warna merah pekat. Di ujung kesadarannya Clara masih saja berucap "Mama udah sayang aku?" Sayang, Mamanya sedang dalam keadaan buruk saat itu. The best version i can be is when i'm in a good mood, thank you. ✍ This is my original story, hasil pemikiran sendiri. Tolong jangan di plagiat.All Rights Reserved
1 part