BENANG PUTUS
Benang Putus,
benang putus.
Di tulis bagaimana pun, hubungan yang pernah kenal, pernah bertemu, pernah dekat, pernah menyatu akan gagal terus karena satu kesalahan fatal.
Sesil Lyodra Zanim S.Tr.Ds
Seorang designer ternama disalah satu kotanya, memiliki butik dengan beberapa anak cabang. Usianya baru saja menginjak 24 tahun, namun secara finansial ia sangat beruntung. Anak kedua yang dicecar kapan menikah, kapan menikah. Sebab kakak pertamanya telah dikaruniai anak lelaki lucu, walaupun balada pernikahannya menggemparkan seluruh keluarga besar.
Kini telah damai dan bahagia, setelah mertua perempuannya meninggal. Sebagai orangtua, Sesil mengerti kekhawatiran Maminya untuk segera menikah.
Akhirnya ia pun mengalah dan memasrahkan pasangan yang Maminya sukai. Sebab sejak tujuh tahun lalu, Sesil tidak lagi memberi kesempatan pada hatinya untuk bertemu lelaki lain. Ia mengalami trauma berat.
Sey, adalah panggilan dari seseorang yang membuatnya merasakan sebuah cinta lalu terhempas begitu saja seperti seonggok daging busuk.
Malam di mana ia menilai Darendra, mantan kekasihnya itu sebagai orang terbrengsek. Setelah memuaskan nafsu dan merenggut kesucian Sesil, ia pun memutuskan hubungan sepihak tanpa pamit, tanpa sebab dan tanpa kata.
" Sil, Mami yakin kamu nggak akan menolak. Mami bisa jamin, dia lelaki baik, Papi suka kok anaknya. Udah sering ketemu di grub keluarga." Maminya bercerita penuh bangga.
" Anak siapa, Mi?"
" Anaknya tante Xeila, aduh, Mami lupa namanya, Sil. Yang pasti dia sudah jadi dokter, salih lagi."
" Wah, Mami sudah ketemu orangnya?"
" Ya, belum. Sama kamu besok ya, kita ketemu di Warung Steak Bundanya."
Saat pertemuan itu, Sesil seperti dibungkam lakban lebih dari sepuluh. Yang kata Mami salih dan baik adalah Darendra? Lelaki itu? Lelaki itu datang dan mereka bertemu lagi setelah tujuh tahun berpisah di kamar hotel.
Penasaran?
Bagaimana nasib dokter Darendra Loka? Ayo, mampir dicerita ini.
Happy reading.
Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!!
Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya.
Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya.
"Pak, nikah sama saya yuk?"
"Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh.
"Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar.
"Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin.
"Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi.
"Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya.
(Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe)
Mau happyend atau sadend?