ASYA [on going]

ASYA [on going]

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 8, 2021
Diumurnya yang menginjak baru genap 7thn, dia harus rela dititipkan kedua orang tuanya di panti asuhan yang terletak di tempat terpencil. Akibat teror dari musuh keluarganya, gadis itu harus diasingkan dan dipisahkan dari orangtuanya. Saat dia berusia 11thn, ingatannya hilang akibat menyelamatkan seoarang laki laki yg ingin mencelakai dirinya sendiri dengan berdiri di tengah jalan raya. Di usianya yang menginjak masuk SMA, gadis itu harus sekolah di kota karena beasiswanya. Lalu apakah gadis itu akan bertemu orang tuanya lagi? atau dia akan bertemu dengan laki laki yang dia tolong? apakah dia akan menjadi putri di keluarganya nanti?
Todos los derechos reservados
#980
ketos
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SOLITUDES
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • Dear You! It's Okay, I'm Fine
  • Cita Cinta Arin
  • Forever Yours
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • GRIZELLE [Completed]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Under My Sky
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido