Lembaran Yang Hilang

Lembaran Yang Hilang

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 9, 2022
Dari semua lembaran kehidupan yang pernah ku tulis hanya satu lembaran saja yang tidak pernah aku lanjutkan, lembaran yang sudah lama ku jaga dengan sepenuh hati agar tidak hilang keberadaannya, lembaran yang hampir aku lupakan namun ku ingat kembali ketika seseorang bertanya atau berbicara perihal tentang jatuh hati padaku. Lembaran yang akan aku tulis kembali ketika si tokoh utamanya kembali hadir suatu saat nanti, ku pastikan dia abadi tidak hanya di dalam sebuah untaian kata-kata tapi juga abadi di dalam diriku untuk selamanya. Dan lembaran yang ku maksud itu adalah lembaran tentang kamu, kamu yang sudah lama tak ku dengar lagi kabarnya. Ketika membahas tentang dirimu, satu buku dengan berjutaan halaman pun tidak cukup untuk menceritakan betapa sempurnanya kamu di mataku. Banyak harapan ku panjatkan untukmu, salah satunya agar aku dapat menemukan dirimu kembali, sudah ribuan hari aku lewatkan tanpa kehadiranmu. Dengan penuh harapan aku berharap kita dapat dipertemukan kembali.
All Rights Reserved
#63
ceritaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Traces in the Light
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Senja Dan Jingga
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Rindu Dalam Diam
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines