"Gapapa nangis aja, nangis aja sepuas yang lo mau, ada gue, mulai hari ini ada gue, lo gaperlu sedih lagi oke"
"Gue Nara, nama gue nara, naraya zafa zahira, itu nama gue" Nara berkata sambil memeluk Biru yang masih terisak dengan tangisnnya, dia gatau harus berbuat apa saat ini, hanya itu yang bisa lakukan untuk laki-laki ini saat ini.
"Biru, nama gue Biru" itulah yang Biru katakan, dia mengasih tahu namanya kepada perempuan itu.
"Nama yang bagus, jangan sedih lagi ya Biru, Biru anak yang kuat ya, semua orang sayang sama Biru oke" Nara berkata sambil mengelus-ngelus pundak Biru.
"AW! SAKIT TAHU! DASAR BEGO! BENER-BENER CEWEK KURANG AJAR YA LO!"
"YA MAKANYA SANS AE TU MULUT! NGEGAS AJA LO! SEKALI-KALI BANTING SETIR BIAR ENGGAK BEGO-BEGO AMAT JADI BOCAH!" Balas sadis Risa tak mau kalah, hingga sebuah tarikan yang berada disisi kiri kepalanya membuatnya mengaduh kesakitan
"AW! AW! BANGSAT NGAPAIN LO JEWER-JEWER TELINGA GUE!" Tanya Samuel keras dan terdengar kurang sopan untuk anak seumurannya, sedangkan yang ditanya pun hanya bisa mengedikkan bahunya kesal
"MANA GUE TAHU, BEGO!"
"KAN YANG JEWER TELINGA GUE LO!"
"TANGAN GUE? MIKIR DONG KALAU MAU NGOMONG, NIH LIHAT TANGAN GUE!" Sodoran tangan Risa membuat Samuel mulai menerka-nerka hingga sesaat ia menolehkan kepalanya dan BOOM
"Ngomong apa tadi, Samuel, Risa?" Suara serak nan agak berat menginterupsi mereka berdua, sungguh inilah hal yang ditakutkan oleh Risa dan tentunya Samuel
'Baka! Ini suaranya pak BK!' Batin Risa menangis