Once Again

Once Again

  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 16, 2022
Andaru Arsyanendra calon pewaris perusahaan namun penghianatan dari cinta pertamanya membuat hati hangatnya menjadi dingin, menjadikan wanita sebagai mainannya, ditambah lagi Ayahnya selalu membandingkan dirinya dengan Dhirendra Buana, sepupunya. Kehadiran Sahyun dalam hidup Aru membuat hari-harinya lebih bersemangat, selalu menjahili Sahyun bermaksud agar gadis sederhana itu berhenti tapi justru dibuat takjub dengan kegigihan Sahyun yang selalu punya cara untuk mematahkan triknya dan itu justru membuat keduanya semakin dekat dan makin memahami satu sama lain. Lalu bagaimana jika bagian dari masa lalu datang kembali? membentang jarak antara keduanya! "Lisahyun. Ini hari minggu kenapa kamu masih panggil saya bapak? Sudah saya bilang saya nggak suka di panggil bapak, memang saya setua itu!" protes Aru. "Sampai bapak jadi suami saya!" ucap Sahyun asal. . . "Bunda, ini calon mantunya sudah datang bun." Teriak Aru begitu memasuki rumahnya. "Astaga Gusti!" Panic Sahyun mengejar Aru. "Mana menantu bunda!" seru bunda menyambut keduanya. "Nggak bun, Pak Aru becanda!" terang Sahyun salah tingkah. "Serius juga nggak apa-apa, bunda setuju koq!" dukung bunda
All Rights Reserved
#443
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • ARGA [TAMAT]
  • 2. Sweet Boy Friend♡ (HARUTO) [END]
  • SMA Udah Nikah? ✔
  • VALUNA( ON GOING)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Hurt ; Han Seungwoo ( END )
  • Darsa (END)
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines