Sweet Dreams

Sweet Dreams

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 29, 2026
5 tahun lalu grup idola DREAM boy bubar setelah mendapat rumor dan skandal yang rumit, sekarang haechan salah satu anggota berjuang dengan finansial dan traumanya. Bekerja sebagai tukang di sebuah pabrik dan mengambil jam paruh waktu di toko chiken_kittie. Dimalam sebuah panggilang dari mantan ketua tim menghubunginya dan meminta untuk bertemu, dia mabuk berat. Di malam itu juga haechan bertemu seorang reper dan produser yang sedang terkenal saat ini membantunya keluar dari bar saat sindrom fotosensitifitas_nya kambuh yang membuatnya jatuh pingsan. Saat sadar haechan mendapatkan diri nya di kamar sang reper lalu menawarkan kolaborasi dengannya.... "Kau kenal aku kan, ayo kita bekerja sama dan kolaborasi." Mark.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Justine
  • Garwo
  • Last Hope - Cawooz
  • The Servant [James Harem]
  • Same, But Not
  • Jodoh Pilihan Mama
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines