Light in Shadow

Light in Shadow

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 4, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"dorr..." "sstt,,diamlah" ucap El dengan menutup mulut pria yang berada di belakangnya menggunakan tangan. Terdapat mayat laki laki tua di depan mereka. "lihat aku, tenanglah ada aku di sini tidak akan ku tinggalkan kau sendiri"ucap El melihat tubuh pria itu yang bergetar. "Hangat..."batin pria itu saat El memeluknya. . . . . " Datang ke tempatku sekarang.....10 menit" Dingin dan datar El mematikan telepon sepihak. Meminta seseorang untuk datang ke tempat ia berada sekarang. Senyum tipis saat El melihat sosok pria yang ia tarik tenggelam di dalam pelukannya. " Nona.." El menoleh dan terlihat 10 orang berpakaian serba hitam membungkuk dehadapannya. "Selidiki" ucap El sambil melihat jasad laki laki tua tadi. . . . . . ---------------------------------------------- Karya Pertama :) dari hasil kegabutan Mon maap klo g menarik ^~^ Klo mau komen silahkan mungkin bisa jadi inspirasi saya :)
All Rights Reserved
#243
police
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Althalan Vs Amore
  • 𝑮𝑨𝑫𝑰𝑺 𝑷𝑶𝑳𝑶𝑺 𝑴𝑰𝑳𝑰𝑲 𝑴𝑨𝑭𝑰𝑨
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • Disguise Of A Girl Into A Boy
  • The Perfect Strangers
  • The Angel Diamond(Triple A Double L) Vs The Black Devil(Double A Triple L) Mafia
  • Trasmigrasi Queenzee
  • Kejar-Mengejar [SEGERA TERBIT]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • My Handsome Devil

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines