We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
VEVERANGE

VEVERANGE

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 12, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Kenrich Dallen Livingston pria yang begitu kejam membalaskan dendam nya kepada seorang gadis yang baru berusia 19 tahun. Alesya Lakhaesa Quinza gadis ini harus mengorbankan hidupnya karena pembalasan dendam yang ia sendiri tidak tau untuk siapa. Mansion mewah yang ia tepati benar-benar seperti neraka. Penyiksaan, makian, hinaan gadis ini terus saja menerimanya. "Tidak! Aku tidak ingin membunuh bayiku yang berada di dalam rahim ku." Teriak Alesya dan memegang perutnya agar terhindar dari pisau yang mematikan itu. "Aku tidak membutuhkan persetujuan mu sayang. Yang aku ingin hanyalah membunuh janin ini agar ia tidak merepotkan kita." Ken meremas perut Alesya dengan kuat. "Arghh... Kau benar-benar pria bejat." Maki Alesya sebelum kedua kelopak matanya tertutup.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • KINGS: Themis
  • Obsession (End)
  • A Living Hell: Déville's Obsession
  • DIA ANEH
  • AZRAELLA
  • SHEA : The Bad Girl
  • Psychopat [SELESAI]
  • Prince Of Darkness-Crown In The City Of Blood Bones

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines