Story cover for ALANDRA ON GOING  by Saoscilok
ALANDRA ON GOING
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Des 09, 2021
Alandra,pria yang sering disebut "buaya" oleh para perempuan SMA 5 JAKARTA,Remaja 17 tahun yang setiap bulannya selalu berganti pasangan dan mengobral janji sana sini.

Namun,siapa sangka si buaya ini bisa luluh dengan satu perempuan yang dia sebut "Ikan Mas atau Imas"bukan,Nama perempuan itu bukan imas tapi ntah kenapa dia bisa memanggil gadis cantik itu dengan sebutan imas.

Sikap Aca yang sedikit cuek dan dingin membuat Alan tertarik pada dia,sosok yang beda dengan perempuan lainnya membuat dia tertantang untuk bisa mendapatkan ikan mas yang ia inginkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan ALANDRA ON GOING ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Setala Gema cover
troublemaker VS ketos! ✔ cover
ANAREL cover
ketua osis galak cover
Clingy Badboy [End] cover
Alkenzy ferrel Jayawardhana cover
DERAN cover
Virtual Love Life [Sudah Terbit]  cover

Setala Gema

35 bab Bersambung

"Kalau mau minta wawancara khusus apalagi minta putus ...." Jeda sesaat. Ilyas tersenyum menatap lawan bicaranya. "Syaratnya, kita harus kencan seharian. Masa, selama jadian kita nggak pernah jalan? Padahal kamu yang nembak, biarpun kamu sering pura-pura amnesia." Gara-gara ulah sahabat yang memakai nama dan telepon genggamnya untuk menyatakan cinta kepada seorang idola, Inara yang kena getahnya: ia terpaksa jadian dengan vokalis songong itu! Padahal, jurnalis remaja itu sudah jatuh hati kepada suara muazin yang kerap didengarnya setiap Sabtu malam ataupun Minggu subuh. Kalau boleh membandingkan, suara Ilyas yang seperti kaleng rombeng itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suara muazin yang ia idolakan. Jauuuh sekali. Terlebih, dalam bayangan Inara, pemilik suara semerdu dan semenenangkan itu pasti tak hanya sekadar tampan sebagaimana Ilyas yang hanya bermodal 'bisa bikin cewek-cewek mimisan'. Bukan pula om-om, bapak-bapak, atau bahkan kakek-kakek seperti dugaan sahabatnya. Mungkin, Inara lupa sesuatu. Bukankah vokalis dan muazin sama-sama berurusan dengan suara?