Blue & Grey

Blue & Grey

  • WpView
    Reads 1,303
  • WpVote
    Votes 193
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
Buta warna total sejak lahir, orangtua yang bercerai, anggapan publik bahwa dirinya pembawa sial adalah paket komplit di hidup Asha Tsabita. Di saat orang-orang menghakiminya dengan hal negative karena keterbatasan cara matanya melihat, Maheza adalah pengecualian. Lelaki itu datang padanya seolah bukti bahwa Tuhan tak abai padanya. Warna biru yang Maheza berikan menjadi satu-satunya alasan kenapa ia harus hidup lebih lama. Asha jatuh cinta ribuan kali pada sosok itu. Namun perasaan tersebut harus dipendam sedalam mungkin karena banyak alasan. Dunia Asha yang bersemi, tiba-tiba berubah menjadi badai yang tak berujung. Hilangnya Maheza karena kasus pembunuhan adalah titik di mana dunia Asha benar-benar kacau. Segala usaha telah Asha lakukan dibantu Deryl-teman kerja di kantor magangnya, namun semakin ia berharap bisa segera menemukan Maheza, ia semakin putus asa. Ditengah-tengah penderitaan itu, Deryl menjadi orang yang paling mengerti dirinya. Seolah pengganti Maheza, pria itu menawarkan sebuah tempat untuk pulang jika Asha lelah berjuang untuk Maheza. Cara Deryl yang mencintainya begitu sederhana membuat Asha sadar, definisi cinta tak harus memiliki. Cover LyeoRin Art ©Alcherrykim 2022
All Rights Reserved
#680
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Burning Boundaries [REVISI]
  • DAKSA [END]
  • Scond Life Fake Nerd
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • ZENARZEL [SELESAI✔]
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • When the Rain Stops Following Me

[18+] [SLOW BURN] "Dare. Cium orang yang paling kau benci di sini." Ruangan seketika hening, hanya suara napas tertahan yang terdengar. Ren menegang, dan matanya beralih ke Asher yang kini berdiri perlahan dari tempat duduknya. Tanpa sepatah kata apapun Asher melangkah mendekat. Sebelum Ren sempat bergerak atau berkata apa-apa, tangan lelaki itu terangkat, menyentuh rahangnya dengan lembut namun tegas. Dalam satu gerakan cepat, bibirnya berhasil menyentuh bibir mungil Ren. ----- Ren tidak pernah membayangkan harus tinggal satu atap dengan Asher. Apalagi atas permintaan orang tua mereka. Asher dingin, tidak ramah, dan terlalu suka mencampuri urusannya. Ren sudah punya pacar, sudah punya hidupnya sendiri, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan Asher terus mengganggunya. Tapi Asher tidak pernah peduli pada batasan. Apalagi saat ia mulai merasakan sesuatu pada Ren yang dirinya sendiri enggan akui. Seharusnya mereka hanya sekadar roommate, tidak lebih. Seharusnya mereka saling tidak peduli. Dan entah kenapa semakin lama, semakin sulit untuk berdiri di garis batas itu tanpa ingin melewatinya. Karena Asher tidak pernah bisa netral saat menyangkut Ren. Tidak saat ia melihat seseorang memperlakukan Ren tidak seperti seharusnya. Tidak saat Ren berpura-pura baik-baik saja. Tidak saat satu-satunya batasan yang tersisa hanyalah gengsi mereka sendiri. Dan saat itu hancur... Asher tahu, tidak akan ada jalan untuk kembali. ______ 0 ______ FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BERIKAN VOTE DITIAP CHAPTER. HARGAI BACAAN GRATIS INI. DISCLAIMER ! [!] mature. [!] walking a red flag !!! 🚩🚩🚩🚩🚩🚩 [!] klise. © all pics from : pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines