Story cover for Beberapa Kata  by zayyy03
Beberapa Kata
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 10, 2021
Beberapa kata yang ku rangkai
Beberapa kata yang ku ketik
Beberapa kata yang ku alami 
Beberapa kata yang ku rasa 
Beberapa kata yang terlintas di fikiranku, menjadi sebuah kalimat 

Tidak ada yang spesial ketika kalian meng klik cover beberapa kata ini. Hanya terdapat beberapa kata saja di setiap part nya, tidak seperti cerita lainnya. 

Untuk kalian yang baca ini
Untuk kalian yang mengklik ini 
Untuk kalian yang merasa kan kata-kata ini 
Untuk kalian yang menambahkan "beberapa kata." ke perpus 
Untuk kalian yang melihat deskripsi ini 

Aku harap kalian bahagia selalu, dijauhkan dari hal yang tidak kalian harapkan, semua yang kalian harapkan tercapai, apapun impian kalian semoga kalian gapai.

Percaya lah 
Beberapa kata akan selalu bersama mu

Note : beberapa kata pure ketikan ku, beberapa kata yang ku rangkai menjadi kalimat 

Salam hangat 
Zay🙂
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Beberapa Kata to your library and receive updates
or
#878kalimat
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Pikul Pilu Pada Pulangmu cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
OBSERVE [GeminiFourth] cover
My SIN (GXG iam Lesbian)  cover
Tertanda, Seuriya : Lembar yang Terbuka cover
My Wish cover
Leonids cover
Rembulan Yang Sirna cover
adek cimol cover
30 Aksara Mahabbah [Hiatus] cover

Pikul Pilu Pada Pulangmu

14 parts Ongoing

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026