Ma Fi Qalbi Ghairullah

Ma Fi Qalbi Ghairullah

  • WpView
    MGA BUMASA 5
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Dec 16, 2021
Keheningan yang kelam. Perpisahan adalah pelajaran baruku untuk memulainya. Langkah ringan mu untuk mencapai semua mimpimu adalah Hal terberat yang harus ku hadapi. Kau pergi dengan mimpi - mimpimu yang harus kau wujudkan. Kau pergi meninggalkan semua kenangan bahkan sekeping hati yang hancur, disini. Melihatmu dari kejauhan itu adalah caraku untuk mengobati rasa Rinduku. Tersenyum dengan penuh Harap. Harapan ku, adalah engkau berhasil mewujudkan mimpi - mimpi mu dan berbahagia bersama ku. Namun, itu hanyalah cerita belaka.
All Rights Reserved
#335
taaruf
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Senja yang Berbeda
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Elegi Kecemburuan (ON GOING)

⚠️ follow sebelum baca⚠️ ⚠️No plagiat⚠️ Apakah ada seorang pria yang rela menunggu kepergian istrinya selama dua bulan, tanpa tahu pasti di mana keberadaannya, tanpa henti mencarinya meski hanya bayangnya yang tersisa? Tentu saja ada... Dia adalah Aidan Zayn Alfarizi seorang pemuda laki-laki yang tidak hanya mencintai dengan hati, tapi juga dengan ketulusan yang berlandaskan iman. Cintanya bukan cinta biasa. Ia mencintai dalam diam, dalam sabar, dan dalam doa yang tak pernah putus. "Cinta saya kepadanya, tak ada yang tahu seberapa dalam dan besarnya, kecuali lillahi ta'ala." ~Aidan Zayn Alfarizi~ ♡♡ "Itu adalah bukti dari saya. Al-Qur'an itu adalah Al-Qur'an yang pernah menemani perjuangan saya dalam menghafalnya. Saya memberikannya kepadamu sebagai bukti bahwa saya mencintaimu karena Allah. Saya ingin Al-Qur'an ini tidak hanya membawa keberkahan untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk wanita yang kucintai. Dan sekarang, giliranmu, gunakanlah Al-Qur'an itu untuk menemanimu dalam perjuangan menghafalnya." Kata-kata itu tak sekadar janji. Tapi juga adalah bukti bahwa cinta sejati yang membawa menuju kebaikan, bukan sekadar romansa kosong. Namun takdir berkata lain. Cinta mereka diuji. Layla Zahra Al-Farah, wanita yang dicintai Aidan, sekaligus istrinya, menghilang. Selama dua bulan, Aidan terus mencarinya. Ia tak pernah berhenti berharap, meski yang lain menyuruhnya menyerah. Akan tetapi Ia percaya, cinta yang ditanam karena Allah tak akan tumbuh sia-sia. Apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali? Ataukah mereka harus merelakan cinta itu terkubur oleh waktu? 📖 Yuk, ikuti kisah Aidan dan Layla. Kisah tentang rindu yang tak terucap, kehilangan, dan cinta yang menuntun menuju Allah. 💗 Jangan lupa vote dan komen ya! Dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan cerita ini. Jangan jadi pembaca gelap, karena satu dukungan kecil dari kalian bisa menjadi cahaya bes

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman