Darah Dingin [One Shot]

Darah Dingin [One Shot]

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 22, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Pada suatu semesta terdapat planet layaknya bumi. Seperti biasa, homo sapiens penghuninya. Walau ada yang berbeda dari mereka. Mereka memiliki apa yang kita tidak miliki. Kekuatan ajaib yang dapat mengendalikan elemen air dan tanah. Mereka yang bisa mengendalikan kekuatan air disebut Hyndra. Sementara pengendali tanah disebut Geoman. Semua ini terjadi sejak matinya malaikat utusan Tuhan yang dikirimkan dari surga untuk menolong manusia dalam mengatasi krisis iklim. Kala itu kondisi bumi masih belum tenang. Gunung berapi meletus, badai es, pemanasan global dan bencana alam lainnya. Maka dari itu untuk keselamatan manusia, Tuhan pun menolong mereka dengan mengirimkan keempat malaikat yang merepresentasikan 4 elemen. Api, Air, Tanah, dan Angin. Air susu dibalas air tuba. Manusia yang rakus akan kekuasaan, membunuh malaikat dengan kejamnya. Tatkala mereka baru saja selesai mengamankan bumi, langsung saja ditangkap dan dibunuh. Malaikat Air dan Tanah menjadi korban mereka. Api dan Angin tak mampu menyelamatkan. Pulang ke surga dengan rasa kecewa dan sedih. Bukan karena kematian sesamanya, tetapi karena merasa terkhianati dan tidak dihargai. Mereka semua tahu bahwa ketika malaikat mati, mereka akan hidup lagi di surga. Akan seperti buaya menolak bangkai apabila mereka tidak mengambil kekuatan malaikat tersebut. Mereka meminum darah malaikat-malaikat malang itu dan memperoleh kekuatannya. Satu manusia hanya dapat mengendalikan satu elemen. Kekuatan tersebut akan menjadi warisan turun-temurun ke anak cucunya. Salah satunya adalah Norman.
All Rights Reserved
#576
elemen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Syal Merah
  • AETERNUM || ON GOING
  • Rest of Us
  • THE TASTE OF SEDUCTION
  • Aji Sang Penakluk Dimensi
  • World Processor : Binatang yang Menjadi Tuhan (Noveltoon)
  • 01. Gunung (End)

Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.

More details
WpActionLinkContent Guidelines