Aku Brokenhome?

Aku Brokenhome?

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 25, 2022
Banyak orang berpikiran menolak bergerak demi yang tersayang, kata hati adalah representasi dan manifestasi yang sudah tepat untuk diterapkan tanpa bertolak belakang dengan kata orang lain. Ajakan tak semestinya melulu diiyakan, rasa kecewa selalu datang diakhiran. Demi menutupi rasa bersalah, mungkinkah dengan mengiyakan semuanya? Andai dunia tak sekejam ini, mungkin orang lumpuh akan bergegas bangkit melaju cepat. Seperti hal nya hidup ini, aku lebih memilih lari daripada mengiyakan setiap ajakan.
All Rights Reserved
#969
crush
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • You're Here, But Not For Me
  • LUKA!
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Antara Aksara dan Kata
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • kita dan waktu. [End]
  • Jangan pergi (End)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines