Ceo dan Anak Gadisnya

Ceo dan Anak Gadisnya

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 28, 2023
Kisah seorang CEO yang tampan, beribawa juga terbilang masih muda itu dipaksa untuk menjadi dewasa karena keadaan. Dia bernama Willson Lordynan Agraham. Bagaimana tidak, karena disaat dirinya berumur 16th, Ia sudah harus mulai belajar memegang tanggung jawab yang tercipta dari keluarga sahabat kakak kandungnya. Zilea Dawson Exel, gadis yang bernasib malang karena Ia harus mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan. Zilea tinggalah seorang diri sejak pertama kali kedua orangtuanya dinyatakan telah meninggal dunia karena kecelakaan. Sebenarnya, Zilea masih punya kakak yang sangat menyayanginya, namun sayangnya saat kejadian kedua orang tua mereka telah meninggal, Devil sang kakak diambil orang dan entah kemana keberadaannya tidak ada yang tahu. Saat usia 16th, Willson dan Zilea masih tinggal bersama dengan kakak kandung dan kakak iparnya. Karena memang hanya merekalah keluarga yang tersisa. Kedua orang tua Willson telah meninggal dunia akibat keserakahan salah satu istri dari sang Ayah. Namun saat berusia 19th, Ia pun kembali dipaksa oleh keadaan untuk mempunyai tanggung jawab yang semakin berat. Willson harus bisa mengurus Zilea seorang diri karena sepasang suami istri yang tak lain adalah kakaknya telah menghilang entah kemana sejak saat dulu kepergiannya diluar negeri. Namun siapa sangka, perpecahan hubungannya dengan seorang perempuan yang sempat membuatnya yakin dia adalah masa depannya itu ternyata ada takdir yang tercipta dibaliknya. Aneh dan Lucu memang, tetapi siapa sangka dan siapa yang bisa menyangkal soal rasa yang tiba-tiba saja ada tanpa permisi. Willson yang sempat tak menyadari bahwa rasa sayangnya pada gadis bernama Zilea telah melampaui batas. Terlalu memanjakan dan menyayangi Zilea sejak pertama mengenalnya adalah ketulusan dari seorang Willson, tanpa ada rasa yang lain selain Ia menganggap Zilea sebagai anak gadisnya yang sangat cantik. Namun ternyata saat Zilea semakin tumbuh dewasa, ada rasa yang benar-benar susah Ia kendalikan.
All Rights Reserved
#969
tekateki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Rainkarnasi (Uppoom) End✔️
  • MAMA Y PAPA
  • Benang Kusut
  • If I Had to Choose
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • SINGLE FATHER NUMBER 225
  • NOT SAME (COMPLETE)

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines