Bad boy Insaf

Bad boy Insaf

  • WpView
    Reads 59,330
  • WpVote
    Votes 8,931
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 10, 2022
Bagi Bapak, Bidin adalah satu-satunya jagoan hebat yang selalu beliau doakan dalam setiap salat. Bapak harap Bidin bisa menjadi pemuda yang baik dan salih. Akan tetapi, Bagi Bidin dirinya hanya sebatas "anak nakal" atau istilah kerennya "bad boy" yang tidak akan bisa menjadi yang seperti Bapak mau. "Din, kamu nggak mau putus sama pacarmu?" "Bidin sayang dia, Pak. Bidin nggak sanggup kalo harus hidup tanpa dia." "Kalo dia pergi, kan masih ada Bapak, Din." "Maaf, Pak. Bidin nggak bisa. Kalo Bila pergi, hidup Bidin bakal hancur." Bapak menarik napasnya panjang lantas bangkit dari duduknya. "Jangan gantungkan hidupmu sama makhluk, Din. Makhluk itu sifatnya fana, lambat laun dia bakal pergi. Yang selalu ada bersamamu hanya Allah." Bapak menatap anak tunggalnya dengan pandangan berkaca-kaca, menahan sebuah luka yang telah lama hatinya pendam. "Insyaf, Din. Seenggaknya nanti kalo Bapak pergi di hati kamu masih ada Allah yang menemani." Setelahnya, Bapak benar-benar pergi. Meninggalkan Bidin seorang diri. ★★★ Start : 12 Desember 2021 Finish : - [Religi+ spiritual+humor] Cover by : @coverwattpad02 ( Bisa cek ke ig-nya. Kebetulan Da ini digratisin sama yang buat karena pertama. Kedua dan seterusnya bayar. Bisa tanyakan langsung) [ CERITA MURNI PEMIKIRAN DAN HALUAN SENDIRI. TIDAK ADA UNSUR PENJIPLAKAN] Rank #1 in hijrah ( 6 April 2022 )
All Rights Reserved
#200
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMARA
  • ZAHTHAR [END]
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Mahar Untuk Alya (On Going)
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • REKSHA ✔
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • AKADIBA • Rasa dan kita (END)
  • WEDDING AGREEMENT Putus atau Terus (End)
AMARA

"Lo lupain pertemuan malam ini, gue lupain apa yang udah mata gue lihat tadi." -Abidzar Ali Ibrahim Amara dan Ali, dua insan yang mana takdir selalu punya cara untuk mereka berjumpa. Meski tak satupun dari mereka sama-sama menginginkan pertemuannya. Berporos pada masalah Amara dan bayi di kandungannya, Ali semakin terlibat jauh ke dalam hidupnya. Saat sebuah tawaran pernikahan Ali terima, dia sadar menikah bukan tentang uji coba kecocokan semata. Melainkan penentuan dengan siapa dia akan menjalankan seumur hidupnya. Saat hati dan otaknya terlalu berisik untuk memikirkan, Adnan hadir menawarkan diri untuk menikahi Amara. Sayangnya Amara bukan boneka, yang siapa saja bisa melemparnya begitu saja. Dia manusia, dan berhak untuk bahagia. Kemanakah Amara akan melabuhkan hatinya? Dan bersandar atas semua penderitaan dan kesendiriannya selama ini? ∆ Teenfiction-Spiritual ∆ Copyright© 2021, Laili Ra Start. : September 2021 Finish: Tag me on Instagram, if you share something from this story. CERITA INI MURNI IMAJINASI PENULIS!

More details
WpActionLinkContent Guidelines