Luka Yang Disengaja

Luka Yang Disengaja

  • WpView
    Reads 397
  • WpVote
    Votes 142
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Dec 30, 2021
WpInfo
Poetry
Mengenalmu adalah sebuah pembelajaran, tetapi dekat denganmu adalah sebuah kesalahan. Ikhlas adalah bentuk kelapangan hati atas apa-apa yang akan ataupun telah terjadi, tapi tidak mudah untuk meraihnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Kepada sang pencipta rindu
  • KUMPULAN PUISI
  • My Duchess / End
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Perihku Ditinggalkan

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines