Stasiun Waktu

Stasiun Waktu

  • WpView
    GELESEN 7,202
  • WpVote
    Stimmen 297
  • WpPart
    Teile 19
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Mi., Sep. 30, 2015
Sejarah diubah, akankah kita ikut berubah? 28 September 2105 Perayaan HUT ke-160 Indonesian State Railway diperingati dengan suasana mencekam. Kemunculan ARS(Anti-Railway State) yang mengirimkan surat ke Dirut ISR bahwa mereka akan merubah sejarah perkeretaapian, membuat khawatir semua pihak. Dengan bantuan catatan yang ditinggalkan Kakeknya, Turangga Argo yang menghilang secara misterius, Koko menemukan satu Lokomotif Simbah yang masih tersisa, CC 200 15 yang telah dimodifikasi kakeknya sehingga lokomotif tersebut mampu mengarungi aliran waktu. Setelah ditelusuri lebih lanjut, anggota-anggota ARS merupakan mantan orang penting di ISR dan kawan lama Koko, yang menginginkan sesuatu diluar dugaan. Apa yang sebenarnya ARS incar? Akankah Koko berhasil menggagalkan rencana ARS yang ingin merubah sejarah perkeretaapian?
Alle Rechte vorbehalten
#7
keretaapi
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Avalokitesvara Jejak Yang Tertinggal
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Duchess / End
  • Permata Tumapel : Isi Hati Dedes
  • MANUSIA DONAT; SEBUAH PROYEK TERBENGKALAI
  • Araleya: Titik Temu Semesta
  • SILENT CODE  [On Going]
  • ARSENIO✔
  • Good Doctor
  • Impian Putra Pak Ketua Komite [TAMAT]

Ian-mahasiswa arkeologi-secara tak sengaja menemukan sebuah patung Avalokitesvara kecil dari emas murni di Taman Purbakala Bukit Siguntang. Temuan ini bukan sekadar artefak biasa. Patung tersebut ternyata menyimpan jejak spiritual dan geografis yang berkaitan langsung dengan peradaban Sriwijaya. Ketika Ian mencoba menyembunyikan temuan itu, ia diburu oleh Marwanto, kolektor purbakala licik yang mengincar patung dengan segala cara. Bersama Agus (polisi muda yang skeptis), Jawe (pekerja serabutan kocak), dan J (mahasiswi cerdas berhijab yang ia kenal dari dunia maya), Ian terseret ke dalam pusaran misteri sejarah. Petualangan mereka berubah drastis ketika patung itu membawa mereka mundur ke masa abad ke-7-tepat sebelum Dapunta Hyang memulai perjalanan suci Sidhayatra dari Minanga ke Muka Upang. Di tengah barisan rombongan kuno, ketiganya harus menyamar, melawan para pengejar, dan mencari tahu bagaimana cara kembali ke masa kini-atau mungkin, menuntaskan misi yang belum selesai sejak ribuan tahun lalu. Perjalanan mereka akan menghubungkan jejak-jejak yang terlupakan: Minanga Tamwan, Sungai Tatang, Taman Purbakala Sriwijaya, hingga Bumiayu dan Muaro Jambi-semua demi menemukan kebenaran yang terpendam dan memahami apa arti sebenarnya dari sebuah peradaban yang ditinggalkan oleh waktu.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien