We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Heal Me
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 30, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Amy Huttlestone, seorang dokter yang sangat-sangat ramah terhadap siapapun kecuali pasien yang menurutnya sakit jiwa itu, Edward Dinozzo Jr. "Mr. Dinozzo," ujar Amy tegas sambil mecoba menahan amarah yang sedari tadi ingin ia luapkan kepada pria berdarah Italia-Inggris yang kini sedang berbaring di hadapannya. "Buka bajumu." lanjutnya dengan nada mengancam. "Okay." balasnya tanpa menghiraukan nada suara Amy. Perlahan-lahan ia membuka kancing kemeja abu-abunya dan dari balik kemejanya mulai terlihat bentuk badan yang begitu sempurna membuat Amy entah bagaimana agak sedikit gugup. Kegugupannya hilang begitu saja setelah Ed berkata dengan wajah menggoda sekaligus tampan yang membuat Amy ingin memusnahkannya, "Bagaimana dengan celana-nya, apa perlu dibuka juga?" © 2014 by writefluently, All Rights Reserved. [30 dec]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Swan's Last Pirouette
  • Hai, Pak Dokter! (TELAH TERBIT)
  • Misi Terakhir
  • taman berduri sang MAFIA
  • Be My Medicine [REVISI]
  • the Story Untold

"Diora Odyssera, right? Saya Matteo Ryder, dokter di sini." kata Pria itu sambil sedikit membungkukkan badan. Suaranya lembut, tapi tegas. "So what? Mau ngasih ceramah ke gue nih?" tanya Diora, nadanya tajam dan sinis seperti biasa. "Saya bukan penceramah," jawab Matteo, dengan nada lembut namun tegas. "Tapi sepertinya saya baru saja menemukan pasien yang memutuskan untuk kabur dari ruangannya tanpa izin." "Gue gak kabur," sergah Diora cepat. "Gue cuma... benci ruangan itu. Gak ada yang nyuruh gue istirahat di tempat kayak penjara, kan?" Matteo tersenyum kecil, wajahnya tetap tenang. "Memang tidak ada yang bisa memaksa kamu. Tapi, duduk di sini juga bukan pilihan yang paling aman. Kamu seharusnya beristirahat." "Listen me, dokter..." Diora menatap Matteo dengan sinis. "Gue gak ngerti kenapa lo mau peduli sama orang kayak gue," kata Diora akhirnya, meski dengan nada sinis. "Lo kayaknya punya pasien lain yang lebih penting, deh." "Kamu juga penting," jawab Matteo sambil tersenyum tipis. "Setiap pasien penting." --- Diora Odyssera, Gadis muda yang mempesona bak bunga begonia yang cantik dan anggun, namun sepenuhnya mandiri. Ia tidak membutuhkan orang lain untuk tumbuh, dan bahkan menolak simpati orang-orang di sekitarnya. Sikap sombongnya muncul sebagai pelindung dari dunia luar yang tak bisa ia percayai. Sedangkan Matteo Ryder, pria yang bagaikan sinar matahari itu penuh kebaikan hati dan empati. Selalu siap membantu tanpa pamrih, ia berusaha memberikan cahaya bagi siapa pun yang membutuhkan. Namun, meskipun Matteo menawarkan kehangatan dan perhatian, Diora yang seperti bunga begonia itu tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Ia memilih untuk tetap berada di dunia gelapnya, menolak segala bentuk kasih sayang yang datang. --- Start : 12 Desember 2024 End :

More details
WpActionLinkContent Guidelines