Rindu

Rindu

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Rindu, gadis yang selalu bertanya-tanya mengenai rindu yang datang dengan tiba-tiba tanpa ada pemiliknya. Rindu tak bertuan, itu yang selalu Rindu pikirkan selama ini. Rindu selalu berfikir, apa karena namanya "RINDU" dia selalu merasakan rindu. Rindu yang menggebu, rindu yang mencokol dalam jiwa, rindu yang meronta-ronta ingin bertemu sang pemiliknya, namun Rindu tidak tahu kepada siapa ia selalu merindu. Bisakah Rindu memohon kepada tuhan agar dia bisa bertemu si tuan pemilik rindu ini secepatnya? Rindu ingin menangis dan memarahi si pengirim rindu untuk melampiaskan apa yang selama ini tertahan dalam pojok relung hatinya. "mas jodoh, jangan doa sepertiga malam doang yang dihajar terus. Ini saya-nya dikejar, dicari, di lamar terus di ikat sama ikatan pernikahan. Doa mulu, ini saya-nya jadi rindu terus-terusan sama kamu. Yok ah sat-set cari aku terus nikah", Rindu berdialog sendiri seakan sedang mengadu kepada sipengirim rindu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • CīÄ-FRÄN🍭
  • Tulang Rusuk Takkan Tertukar
  • Menyapa Rindu
  • Mencari Istri Baru untuk Suamiku
  • Menyerah atau Bertahan?
  • SYOOQ [TAMAT✔]
  • Shorts Story
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines