Let's Settle Down

Let's Settle Down

  • WpView
    Reads 27,262
  • WpVote
    Votes 3,694
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Apakah kamu bahagia?" Sebuah pertanyaan yang kerap ditanyakan Daisy kepada dirinya sendiri. Pertanyaan itu pula yang ditanyakan Giras setelah kembali lagi di dalam kehidupannya. Hanya sebuah pertanyaan sederhana, seharusnya Daisy bisa menjawab dengan mudah. "Sebenarnya definisi bahagia itu apa sih menurut kamu?" "Punya kehidupan seperti yang aku impikan." Kening Daisy mengerut mendengar jawaban Giras. Karena Giras telah memberi jawaban yang sebetulnya masih perlu untuk diterangkan lebih lanjut. "Aku ingin punya keluarga yang bahagia. Karena orangtuaku telah memberi kehidupan yang bahagia, maka aku merasa harus bisa membahagiakan istri dan anak-anakku kelak." "Dengan Helen?" Giras terdiam sebelum menjawab. "Mungkin." Daisy tercenung. Hati seseorang seperti Giras memang sulit ditebak. Apa dia sudah punya gebetan yang lain lagi? Dasar player!
All Rights Reserved
#3
karospublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daisy, Undeniable Destiny
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • FALLING IN LOVE
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  •  HAZELA
  • " BYE "

Bunga Daisy memiliki symbol kemurnian dan kepolosan, mungkin itulah yang menjadi alasan ibunya memberikan nama Daisy untuknya. Murni dan polos, mungkin sosok seperti itulah inginkan menjadi karakter putrinya, tapi sepertinya ibunya harus kecewa. Kehilangan ibunya membuat Daisy kehilangan kepolosan dan kemurniannya. Layaknya bunga yang tidak terawat, Daisy harus berjibaku dengan keras melawan ilalang untuk tetap bertahan hidup. Daisy melakukan apapun untuk bertahan hidup bersama kedua adiknya. Penderitaan demi penderitaan dia lalui untuk tetap bisa berdiri diatas kedua kakinya. Diusianya yang ke 18, Daisy mulai bertanggung jawab atas hidupnya dan kedua adiknya, karena ayahnya lepas tanggung jawab atas mereka. Kesulitan hidupnya tidak berakhir disana, seseorang yang dia anggap sebagai pahlawan justru mengirimnya ke kehidupan lebih buruk. Daisy sudah selesai dengan episode penderitaannya setelah dia kehilangan segalanya. Tapi lagi-lagi takdir bermain dengannya. Apa yang harus Daisy lakukan ketika masa lalu memanggilnya kembali? Akankah dia mengambil resiko dengan kembali menyelami lubang penuh penderitaan itu kembali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines