EksaNigma

EksaNigma

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 25, 2023
Kisah ini bermula atas alibi cinta, padahal di balik satu kata itu tersimpan segudang rahasia akan dendam di masa lalu. Eksa mampu menutupi setiap rasa sakitnya dengan sebuah ukiran senyum ketulusan yang penuh kedustaan. "Hidup gue terlalu menyedihkan untuk lo kasihani." ~eksava l.b~ "Hidup bukan tentang kebahagiaan semata, melainkan tentang bagaimana menikmati hidup yang sementara." ~arlando t.a~ "Lo tahu, marahnya orang sabar bisa ratain dunia seisinya." ~bintang r.a~ "Stop menilai seseorang dari covernya, karena yang tampak buruk belum tentu buruk isinya." ~bara a.~ Bagaimana jika satu persatu tembok labirin rahasia dalam hidup Eksa terkuak? Akankah ia tetap berdiri tegap? Dragon Fire-a1 ~siapkah kau hancur dalam kobaran api~
All Rights Reserved
#382
sadboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Sad Girl
  • ARKALYA (END)
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • Sejenak Luka
  • Story Stela
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines