PTSD-Because Love 2

PTSD-Because Love 2

  • WpView
    Reads 482
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 25, 2022
Pintu ruangan khusus itu terbuka. Memperlihatkan seorang wanita. Tubuh Dokter Aldi mendadak kaku. Matanya memerah ingin menangis. "Nah, Dokter Aldi, Dia lah wanita yang saya ceritakan selama setahun terakhir Anda di Jerman." Keputusan dua insan yang salah karena sudah menginjakan kakinya bergabung ke sebuah rumah sakit jiwa. Mereka pikir, ini awal dari kehidupan yang baru, tetapi, mereka salah. Ini keputusan yang salah. "Dokter Aㅡ" napas Dokter Aldi tersendat, ia mengeja nama yang ada pada seragam Dokter Wanita itu. Tidak, ia tidak bisa melanjutkannya ketika mata Wanita itu memerah dan air mata menetes dari matanya. ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
All Rights Reserved
#22
mentaldisorder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dijual Cepat Tanpa Perantara
  • Jalan Pulang
  • JEJAS
  • [✔] Lean On Me || Nomin
  • Pergi Tapi Tidak Pulang [END]
  • Cinta Sendirian
  • Love in Psychiatrical
  • Jurnal Dokter Muda
  • Irreversible || JaeDo

Ola dan Tommy saling cinta. Namun, untuk bisa bersama Ola harus siap meninggalkan keluarganya dan Tommy harus menyembuhkan lukanya *** Tommy adalah mahasiswa sempurna di jurusan Arsitektur, sedangkan Ola terus terseok selama masa pendidikannya di Teknik Sipil. Ketika Ola sedang berada di titik terendah percaya diri, dia bertanya apa kriteria perempuan ideal Tommy. Tommy menjawab semua kualitas baik yang dimiliki Ola tanpa mengatakan bahwa yang dibicarakan adalah Ola. Ola tidak dapat melihat semua kualitas baik yang dikatakan Tommy. Ola makin terpuruk, tapi dia merasa harus segera move on dari menggantungkan perasaannya pada Tommy yang menurutnya tidak akan membalas cintanya. Sepuluh tahun kemudian, Ola menjadi agen properti, khusus untuk rumah bekas di pinggiran Jakarta. Perempuan tiga puluh tahun itu sering pulang ke Semarang untuk mengunjungi Bapak dan Rama yang menyandang asperger. Setelah Bapak pensiun dan Rama sempat tantrum, Ola memutuskan untuk meninggalkan Jakarta. Ketika keputusannya telah bulat, dan hanya menunggu satu transaksi selesai, Nana, klien sekaligus sahabat dekat Ola meminta bantuannya untuk mencarikan rumah baru. Pencarian rumah tersebut mempertemukan kembali Ola dengan Tommy yang hendak menjual rumah warisan ibunya yang baru saja meninggal. Mampukah mereka menyelesaikan kesalah pahaman yang memisahkan mereka selama ini? Cover Designed By : Gillian Goulet

More details
WpActionLinkContent Guidelines