Story cover for ESPER by KakFajr
ESPER
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 13, 2021
Dia Sulthon Sahansa Putra, seorang esper sekaligus teman cowokku di SMA ku. Sampai sekarang pun aku masih takjub kalau dia bisa baca pikiran orang (Esper) dalam banyak artian. Maksudku kenapa dia sangat tidak peka padahal bisa baca pikiran. Juga tentang aku yang masih  bertanya tanya apakah ini pembawa petaka atau malah keberuntungan. 

Pokoknya ada aja kalau lagi sama dia yang bisa baca pikiran. Mulai dari dia yang tau minuman favoritku, cowok yang kutaksir sejak SMP, bahkan sampai jadi juru selamatku waktu aku lagi datang bulan! 

Yuk ikuti keseruan kisah kami di kelas 10 ini!!!
All Rights Reserved
Sign up to add ESPER to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
MEMORI by heningaprilw
10 parts Complete
Katanya kehidupan di SMA itu menyenangkan, masa-masa indah itu saat di SMA (entah aku mendengar kata-kata itu dari mana?), saat-saat MOS, teman-teman baru, guru dan mata pelajarannya, pokoknya mereka bilang masa-masa indah ada di saat SMA. Baru masuk saja aku sudah kena hukum. syukurnya bukan hanya aku yang dapat hukuman ada empat orang lagi, setidaknya aku tidak perlu menanggung malu sendirian. Aku tidak menyangka kalau mereka akan menjadi sahabatku hanya karena kami mendapatkan hukuman di hari pertama MOS. Ya, kehidupanku di awal SMA saja sudah sial. Dan kesialan ini ternyata terus berlanjut, sebelumnya aku tidak pernah dapat perlakuan yang kejam di kelas atau pun di kehidupan sosialku. Tapi sejak masuk SMA ada beberapa orang yang ternyata tidak menyukaiku, beberapa kali aku mendapatkan bully entah siapa yang melakukan semua ini ke aku, pasti dia sangat membenciku. Beberapa kejadian, bully, terus terjadi. yang awalnya hanya gangguan-gangguan kecil sampai pada titik aku hampir mati karena beberapa orang memukuliku. Aku semakin yakin kalau kejadian saat aku di SMP ada hubungannya dengan semua yang terjadi saat ini. Keluarga memintaku untuk tidak mencaritahu sendiri dan memintaku untuk menyerahkan semua ini ke pihak yang berwenang. Tapi aku tidak bisa berdiam diri, ada sesuatu yang mengganjal di dada. Aku tidak terlalu ingat mengenai ke jadian saat aku SMP, tapi setiap kepingan ingatan ku mengenai kejadian saat SMP perlahan terkumpul, walau hanya beberapa dan sisanya masih kabur. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi kepadaku saat SMP, siapa yang melakukan itu terhadapku dan kenapa kejadian saat ini seperti tidak asing bagiku!? aku ingin jawaban atas semua pertanyaan yang ada di kepalaku.
You may also like
Slide 1 of 10
MEMORI cover
𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan] cover
Mencari Sasha (COMPLETED) cover
FALLING IN LOVE cover
TRAUMA! cover
antara kau aku dan cinta cover
REYFAL cover
Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir cover
Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah) cover
Before Goodbye  cover

MEMORI

10 parts Complete

Katanya kehidupan di SMA itu menyenangkan, masa-masa indah itu saat di SMA (entah aku mendengar kata-kata itu dari mana?), saat-saat MOS, teman-teman baru, guru dan mata pelajarannya, pokoknya mereka bilang masa-masa indah ada di saat SMA. Baru masuk saja aku sudah kena hukum. syukurnya bukan hanya aku yang dapat hukuman ada empat orang lagi, setidaknya aku tidak perlu menanggung malu sendirian. Aku tidak menyangka kalau mereka akan menjadi sahabatku hanya karena kami mendapatkan hukuman di hari pertama MOS. Ya, kehidupanku di awal SMA saja sudah sial. Dan kesialan ini ternyata terus berlanjut, sebelumnya aku tidak pernah dapat perlakuan yang kejam di kelas atau pun di kehidupan sosialku. Tapi sejak masuk SMA ada beberapa orang yang ternyata tidak menyukaiku, beberapa kali aku mendapatkan bully entah siapa yang melakukan semua ini ke aku, pasti dia sangat membenciku. Beberapa kejadian, bully, terus terjadi. yang awalnya hanya gangguan-gangguan kecil sampai pada titik aku hampir mati karena beberapa orang memukuliku. Aku semakin yakin kalau kejadian saat aku di SMP ada hubungannya dengan semua yang terjadi saat ini. Keluarga memintaku untuk tidak mencaritahu sendiri dan memintaku untuk menyerahkan semua ini ke pihak yang berwenang. Tapi aku tidak bisa berdiam diri, ada sesuatu yang mengganjal di dada. Aku tidak terlalu ingat mengenai ke jadian saat aku SMP, tapi setiap kepingan ingatan ku mengenai kejadian saat SMP perlahan terkumpul, walau hanya beberapa dan sisanya masih kabur. Aku ingin mengetahui apa yang terjadi kepadaku saat SMP, siapa yang melakukan itu terhadapku dan kenapa kejadian saat ini seperti tidak asing bagiku!? aku ingin jawaban atas semua pertanyaan yang ada di kepalaku.