HORROR STORY  (ON GOING)

HORROR STORY (ON GOING)

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 14, 2022
Rasa takut timbul karena sugesti kalian. Otak kalian berpikir suatu hal yang membuat kalian takut, tapi mungkin saja hal itu tidak pernah ada. Suka menonton film horor ataupun membaca cerita horor? Jika iya, kalian bisa membaca karyaku yang satu ini. Imajinasi-imajinasi yang aku tuangkan menjadi cerita agar kita bisa berbagi apa itu ketakutan. Diceritaku ini juga terdapat adegan kekerasan yang mungkin lebih berbau 'psikopat' jadi lebih bijak lah dalam membaca suatu bacaan. Ambil amanat yang ada dalam cerita ini, buanglah jauh-jauh hal yang tidak berguna. Selamat membaca dan jangan lupa untuk tidak mematikan lampu kamarmu. Mungkin dikamar mu ada sesuatu yang senantiasa memperhatikanmu. Jangan lupa untuk vote, komen dan follow. Dilarang plagiat! Jika ada kesamaan tokoh atau tempat mohon maaf itu faktor ketidaksengajaan. 🙏🏻
All Rights Reserved
#483
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • The Diary From Dead [COMPLETED✓]
  • Short Story (Horror)
  • CONFIDENTIAL {END}✔️
  • CREEP!!! [COMPLETED]
  •  DALAM, DIAM, TAK BERNYAWA (ANTOLOGI THRILLER)
  • Death Announcement [END] ✔️
  • Thoughts of Mine
  • Maaf, Aku Terlambat END✅

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines