Story cover for KISS ME by whateveriwrite
KISS ME
  • WpView
    GELESEN 132,733
  • WpVote
    Stimmen 3,734
  • WpPart
    Teile 10
  • WpView
    GELESEN 132,733
  • WpVote
    Stimmen 3,734
  • WpPart
    Teile 10
Abgeschlossene Geschichte, Zuerst veröffentlicht Dez. 29, 2014
"So kiss me?"
  
  Ini bukan soal harga diri, Icha cuman mau haknya sebagai pacar sah Daffa.
  Dia cukup tau dengan segala kekurangannya, memiliki Daffa sebagai pacarnya sudah seperti hoki menang kuis berhadiah rumah senilai 4 miliyar.
  Kisah ini bukan cuman soal perjuangan Icha buat dapet ciuman Daffa, tapi juga gimana tetap mempertahankan hubungan mereka yang terus disengat nyamuk pengganggu.

Copyright © 2015 by deanandap
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie KISS ME zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#324teenromance
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
F A K E ? [End] von zeevadeva__
58 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Not Me & Not Mine von elsyaqif
22 Kapitel Laufend Erwachseneninhalt
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
Vericha Aflyn ✔️ von Icacty_
58 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
ALESYA (END) cover
F A K E ? [End] cover
BEFUDDLES (SELESAI) cover
Not Me & Not Mine cover
Vericha Aflyn ✔️ cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
Difficult Love  cover
Look At Me ✔ cover

ALESYA (END)

9 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

{Completed} Alesya, nama yang sederhana tapi sifat yang ia miliki tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Dan ya... Bagaimana bisa tanpa pikir panjang ia menyatakan cintanya ke orang asing yang baru ditemuinya?! "Gue suka sama lo! A-ayo pacaran!" teriak Alesya di lapangan basket setelah bel pulang sekolah berbunyi. Lihat? Benar-benar tidak masuk akal. Lelaki yang berdiri dihadapannya langsung berbalik, lalu menggaruk tengkuknya sambil tersenyum tipis. "Maaf, tapi 'suka' hanyalah perasaan sesaat yang datang karena nafsu." Alesya tertegun, lelaki itu kembali membuka suaranya. "Lagipula...." "Pacaran itu artinya mendekati zina, dan tidak ada kebahagiaan di dalam hubungan haram," lanjutnya sembari melebarkan senyuman. •~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• Tentang penulis : Penyuka hujan dan makanan pedas, perempuan pemalu berkedok introvert dan orang yang menginginkan kehidupan tenang bersama para kucing. Semoga kalian suka dengan Teenfiction karyaku ini💚 Enjoy yaa~