A MARRIAGE PROPOSAL (END)

A MARRIAGE PROPOSAL (END)

  • WpView
    Reads 809,821
  • WpVote
    Votes 13,069
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
LENGKAP "Saya punya penawaran buat kamu." Arlan melirik Anya. "Jadi istri saya, dan saya akan membiayai semua kebutuhan kamu." Anya terkekeh. "Gue dibooking nih Om?" "Bisa dibilang begitu." Arlan menganggukan kepalanya. "Ogah! Gue bukan cewek murahan." **** Anya tak menyangka, jika pertemuannya dengan laki-laki angkuh, lebay dan sok kaya seperti Arlan akan membawanya pada banyak lika-liku masalah. Tapi di sisi lain, hanya Arlan-lah jalan keluar satu-satunya yang kini Anya miliki. Arlan mempunyai banyak uang yang bisa membantu Anya untuk menyambung hidup dan menyelamatkan sang ibu dari kematian. Lalu, Anya dibuat bimbang karenanya. Terlalu banyak hal yang terungkap, terlalu banyak jebakan yang ada. Akankah Anya terus bertahan di samping Arlan dan tetap mau menjadi istri bookingannya?
All Rights Reserved
#739
penerbitakad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • Life With My Lecturer [republished ]
  • WANITA SATU JUTA DOLLAR
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Orang Ketiga
  • Titah Agung
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines