Bukan Fans [ON GOING]

Bukan Fans [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 3,581
  • WpVote
    Votos 2,921
  • WpPart
    Partes 37
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 9, 2025
WARNING‼️ CERITA INI DI BUAT PADA TAHUN 2021, KARENA ADA SEDIKIT KENDALA, CERITA INI BERHENTI DI TENGAH JALAN. DAN DI TAHUN 2025 CERITA INI AKAN SEGERA DI LANJUTKAN, MOHON MAAF JIKA PENULISAN NYA AGAK BERBEDA! CERITA INI AKAN DI REVISI SETELAH TAMAT. *** Fara Dasha Naviska tak pernah menyerah mengejar cinta Nathan Anggara-anak pemilik sekolah tempatnya belajar, sekaligus pemilik Cafe yang digandrungi banyak orang. Di mata yang lain, Fara hanya gadis konyol yang terlalu berharap. Mereka menyebutnya FANS. Tapi Fara menolak, ia bukan fans. Dengan kesabaran dan keyakinan yang tulus, Fara percaya bahwa cintanya bukan sekadar kagum. Ia yakin, suatu hari Nathan akan menoleh padanya. "Sulit itu hanya keyakinan orang-orang yang tidak mau bersabar dengan proses." Akankah Fara bisa bersatu dengan laki-laki yang dia cintai? Start:14 Desember 2021 Finish: -
Todos los derechos reservados
#98
nathan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • 𝐅ara [✓]
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Pensil Pendek
  • Perfect uncle ✓
  • PEMERAN UTAMA season 1
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • [✓] - FahRisa [COMPLETED]
  • A Cup Of Coffee (Done)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido