The Adventure In Wonderland

The Adventure In Wonderland

  • WpView
    Lecturas 417
  • WpVote
    Votos 192
  • WpPart
    Partes 21
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 24, 2023
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Sebuah petualangan dua sahabat yang bernama Bella Whitney dan Shelly Veronica ke Negeri Ajaib. Petualangannya akan segera dimulai. Apakah mereka berdua bisa menyelesaikan tugas mereka di Negeri Ajaib???
Todos los derechos reservados
#28
wonderland
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • AGATHA SIBLINGS [NCT Dream]
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • Marriage Wounds [Jayhoon]
  • BETWEEN TWO WORLDS [REVISI]
  • Droped
  • Ginger & Goldie
  • The Eternal Country (3) : Curse from the Past (√)
  • Liontin Time (NominHyuck)
  • KIMBERLY

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido