
Lantas siapakah yang bisa kita salahkan? semesta yang mempertemukan kita atau rasa yang terus kian bertumbuh menjadi semakin tak terkendali? perasaan ini... apakah benar yang kita rasakan ini? ataukah sang waktu telah mempermainkan, mempertemukan, lalu meninggalkan kita dipenghujung ruang rindu dan waktu? Sungguh semua ini terasa menyakitkan, cinta menjadi benci, sakit menjadi rindu tak berujung tanpa pertanggung jawaban sang pemilik rasa. Perasaan apakah ini? Tuan kau sungguh pintar memainkan hati ini, kini kau meninggalkanku dengan perasaan tak terarah kan ini.All Rights Reserved