Ubay Putra Pradana (on going)

Ubay Putra Pradana (on going)

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 18, 2021
"Iya Mama ku sayang iya" Sahut ubay gemas sambil berjalan ke meja makan ya sudah ditempati oleh kedua adiknya dan tentu saja mama dan papa, Setelah sarapan Ubay menuju ke sekolah barunya Bersama Papa dan tak lupa Sebelum berangkat ia menyalami mamanya dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil hanya ada keheningan diantara Ubay dan Papanya sampai papa Ubay memecahkan keheningan " hari ini papa ada rapat di Kantor kamu kan sudah besar Jadi daftar sendiri, tadi Papa sudah telepon guru kamu nanti dia yang akan membantu kamu di sana. Namanya Bu Sri" ujar Papa Ubay Ubay hanya tersenyum kecut dan mengangguk "iya Pa" Setelah turun dari mobilnya ia tak sengaja melihat sahabatnya,Siapa lagi kalau bukan M. Farhan antoni. " Farhan " Sapa ubay sembari menghampiri Farhan yang sedang asik memakan roti sandwich buatan Maminya di sebuah bangku taman. " Wiih udah lama nih kita nggak ketemu Setelah sekian Purnama terlihat juga batang hidung lo " lanjut Ubay "hmmm" Gumam farhan yang sedang asik memakan bekalnya itu Tak berselang lama " Tengggg " Bunyi bel sekolah berbunyi
All Rights Reserved
#186
ceritaanaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • ARATASHA (COMPLETED)
  • Javas Drexzer [END]
  • NVL school💛💜
  • Sehari Untuk Selamanya
  • cinta dingin sang ketos
  • ...

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines