Story cover for SHADOW by Applestarnight
SHADOW
  • WpView
    Reads 580
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 580
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 15, 2021
Terlahir kembali dikehidupan yang sama dengan takdir yang berbeda ? inilah yang dialami oleh Harry James Potter. Dirinya yang disebut sebagai Master of the Death harus kembali menjalani kehidupannya yang dulu, tidak sebagai The Chosen One tetapi sebagai saudara dari The Chosen One. Ditinggalkan, ditelantarkan, bahkan tidak dianggap oleh orang tuanya, itulah yang dihadapi oleh Harry sejak bayi sampai dia berada di rumah kerabatnya. Yang tidak  diketahui oleh pihak orde  adalah Harry akan menjadi anak dari musuh bebuyutan mereka Lord Voldemort yang mengganti namanya menjadi Thomas Marvolo Gaunt 
"Selamat Tuan James anda mendapatkan bayi kembar"
-
"Salah satu dari anakmu merupakan The Chosen One"
-
"Kau akan menjadi Penyihir hebat dibawah pengasuhan ku "
-
-
-
How does this story end ?
All Rights Reserved
Sign up to add SHADOW to your library and receive updates
or
#180harrypotter
Content Guidelines
You may also like
Stay, That's an Order | Drarry by OcAma__
27 parts Complete
Harry sudah berhenti menghitung berapa kali ia jatuh. Tangannya gemetar begitu parah hingga ia tidak bisa menulis dengan benar. Kepalanya berdenyut setiap kali ia menggunakan sihir, pandangannya kabur seolah dunia sedang menjauh darinya. Ia kehilangan suara begitu sering hingga ia mulai berpikir bahwa ia lebih baik diam selamanya. Ia merasa kosong. Ia sudah lelah. Ia ingin menyerah. Tapi Draco Malfoy menolak membiarkannya. Draco menemukannya pingsan di perpustakaan, tubuhnya dingin seperti es. Ia berteriak memanggil Madam Pomfrey, menggendong Harry seolah tubuhnya tidak lebih berat dari selembar kertas. Dan ketika Harry terbangun, Draco menatapnya dengan ekspresi yang tidak pernah ia lihat sebelumnya-bukan ejekan, bukan amarah, tapi ketakutan yang nyata. "Kau pikir aku akan membiarkanmu mati begitu saja, Potter?" Draco mulai muncul di mana-mana. Mengawasi. Menyodorkan ramuan yang katanya "bukan urusanmu dari mana aku mendapatkannya." Mencibir setiap kali Harry mengabaikan kesehatannya. "Jangan pikir kau bisa mati sebelum aku sempat mengalahkanmu," katanya. Tapi matanya berkata sesuatu yang lain: Jangan tinggalkan aku. Ketika Harry jatuh lagi, kali ini lebih buruk-darah mengalir dari hidungnya, tubuhnya kejang tanpa kendali-Draco hampir menghancurkan ruang kesehatan dengan teriakannya. Harry ingin mengatakan bahwa ini bukan tentang Draco. Tapi kemudian ia melihat pria itu menggenggam tangannya seolah dunia akan runtuh jika ia melepaskannya. Dan tiba-tiba, ini memang tentang Draco. Tentang bagaimana Draco tidak hanya peduli. Tentang bagaimana Draco berjuang lebih keras daripada dirinya sendiri. Dan untuk pertama kalinya, Harry berpikir... mungkin ia bisa mencoba bertahan. 𝗙𝗮𝗻𝗳𝗶𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗞𝗲-𝘀𝗲𝗽𝘂𝗹𝘂𝗵 𝗯𝘆 𝗔𝗠𝗔 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐓𝐲𝐩𝐞: 𝐋𝐨𝐧𝐠 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲𝐥𝐢𝐧𝐞 𝐂𝐡𝐚𝐩𝐭𝐞𝐫: 𝟐𝟒 (𝐄𝐬𝐭𝐢𝐦𝐚𝐭𝐞)
You may also like
Slide 1 of 9
Let The Dark In by senlinyu (terjemahan bahasa Indonesia) cover
Stay, That's an Order | Drarry cover
Collapse  cover
Time to Put Your Galleons Where Your Mouth Is cover
Save cover
Who Is My Father? | Drarry ✔️ cover
Penguasa Waktu cover
Mundur ke Belakang  cover
The Boy Who Strayed  cover

Let The Dark In by senlinyu (terjemahan bahasa Indonesia)

35 parts Ongoing Mature

Original link AO3 https://archiveofourown.org/works/32850244/chapters/81516760 karya milik SENLIYU Dalam dunia di mana kebangkitan Voldemort tidak pernah terjadi, masyarakat Sihir menemukan cara-cara baru untuk menekan dan mengucilkan mereka yang dianggap sebagai orang luar. Hermione Granger bersekolah di Hogwarts sebagai salah satu dari sedikit siswa kelahiran Muggle. Meski ia berusaha keras mencari tempat bagi dirinya, masa depannya seolah sudah ditetapkan hingga Tahun Keenam, ketika Turnamen Triwizard diumumkan dan segalanya mulai berubah. "Bloody hell," kata Ron di sebelahnya. "Aku rasa si pirang brengsek di depan itu seorang Malfoy." Hermione mengalihkan pandangannya untuk menatap Ron. "Seorang siapa?" Ron terkekeh dan menunjuk ke arah anak laki-laki berambut pirang itu. "Malfoy. Aku tidak tahu nama depannya, tapi dia jelas seorang Malfoy. Keluarga darah murni tua dari Inggris. Bajingan, semuanya. Selalu masuk Slytherin di Hogwarts. Kudengar ayahnya mengirim dia ke Durmstrang karena tidak mau anaknya dekat dengan kelahiran Muggle."