Rembulan Qalbu

Rembulan Qalbu

  • WpView
    Leituras 952
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jan 13, 2022
Mereka duduk bersebrangan. Di kursi samping rumah yang menghadap ke pesantren putri. Bunga dalam pot yang terjejer rapi menambah kesan teduh untuk dinikmati. Hening melanda keduanya. Bergulat dengan pikiran masing-masing. Entah mendapat angin dari mana gus rasyid memecah keheningan itu. "bolehkah saya mengingat nama sampean siapa ning?." tanyanya santai "lutfiatunnisa gus." jawabnya menunduk malu Pria itu hanya mengangguk anggukkan kepalanya "boleh tahu berapa umurnya?." "21 gus." "taseh muda njeh." Ning nisa mengganguk sebagai jawabannya. "apa baru saja jalan perjodohan yang dilakukan kedua orang tua kita?." "bisa dikatakan begitu gus." "lantas kamu menerimanya?." Ning nisa tersipu malu. Ia bingung memilih kata yang pas untuk menjawabnya. "saya tidak menolak jika calonnya sae gus." "apa saya terlihat baik nisa?." "inggih gus." "sampean menerima karena saya terlihat baik?." "njenengan memang baik gus, tidak ada yang merelakan orang baik begitu saja." "semisal saya menikahimu, kemudian terlihat keburukan saya, apa sampean meminta kulepas karena kebaikan tak nampak lagi disana?." Ning nisa bingung hendak menjawab apa. Ia terdiam beberapa menit. Bukan seperti itu yang ia maksudkan. Ia hendak menjawab tapi gus rasyid sudah bertanya lagi. "lihatlah ning, mangga itu masih muda-muda ya?." Ning nisa melihat pohon mangga di dekat mereka duduk. Terlihat banyak mangga yang memang masih muda. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk menunggunya matang. Ia bingung kenapa gus rasyid bertanya jika anak Sd pun tahu jika mangganya masih muda. "inggih gus, mungkin tidak sampai dua minggu lagi sudah matang." jawabnya dengan sedikit melihat wajah tampan pria didepannya itu. "jika dipetik akan mengurangi rasa nikmatnya, maka dari itu saya tak akan mengambil sebelum waktunya."
Todos os Direitos Reservados
#145
pondok
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Gus, Suami Saya? (Selesai)
  • cinta yang terlambat
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Gusku imamku
  • My Destiny With You [END]
  • Ijbar [Selesai]
  • ALA
  • ASTAGHFIRULLAH ZAUJATI
  • H2 TARIM

"Saya suami kamu, kita menikah ketika kamu berumur 17 tahun." "Perasaan dulu saya gak pernah main nikah-nikahan deh." ___ Berawal ketika si gadis sedang menjual mochi nya. "Mau beli mochi mas?" "Beli mbak nya boleh?" "Maaf mas, saya jual mochi bukan jual diri." "Tapi saya suami kamu, gimana dong?" Tiba-tiba punya suami! shik! shak! shok! Seorang gadis penjual mochi yang ternyata istri dari seorang gus? Suaminya jail, istri nya ngambekan. Suaminya lucu, istri nya lugu. Suaminya berwibawa, istri manut aja. Apakah rumah tangga mereka akan tentram? Atau terombang-ambing? Baca Yuk! Novel ini 100% dari otak saya! Dilarang plagiat! Alur yang ada di cerita ini murni dari pikiran saya sendiri! Maaf apalagi ada kesamaan tokoh, alur, tempat, dll. Terdapat bahasa baku dan Non-baku. Cover ib: Pin Start: 10 Desember 2024 End: 14 Januari 2025 Author: Ribia

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo