Story cover for Genggam by aksaraskyy
Genggam
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Dec 15, 2021
'KAMU AKAN PAHAM'

"dalam bayang sekalipun akan ku genggam tanganmu."

Gina tertawa hambar melihat batu nisan didepannya.Air matanya tak henti luruh membasahi kulit pucat pasinya.Dua gundukan tanah yang masih basah itu membuat nafasnya tercekat.

"Bohong!" Kekeh gina mencengkram kuat batu nisan dengan kedua tangannya.

"Lo berdua kenapa ninggalin gueeee" teriak gina histeris,ia kembali terisak dan menyalahkan takdir.

"Seandainya lo gak ada disana lo gak akan jadi korban." Tangis gina terdengar pilu.Ia mengusap batu nisan dengan gemetaran yang terpampang nama seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.

"Dan seandainya gue gak egois,gua gak akan kehilangan lo." Air matanya kian membanjir membasahi pipinya,ia menunduk dalam dan tak henti-hentinya menyalahkan semuanya.

"Guee gak mauuu.." Isak gina menjambak rambutnya,ia sungguh tak mampu ada diposisi begini.

Ini terlalu sakit!.

"Genggam gue ibral..." pinta gina meringis kala ia tak sengaja menjambak lebih keras kepalanya.

"Genggam gue dinaa.." sungguh,ia benar-benar tak sanggup akan hal ini.

"Bawa aku ikuttt..."

____________
All Rights Reserved
Sign up to add Genggam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
CHAVANDA by N-J-L_wp12
31 parts Complete Mature
Bagaimana jika kita menyukai teman lawan jenis atau menyimpan rasa lebih pada seorang teman dari kecil yang tidak menyukai kita balik? Tidak di anggap sebagai bagian dari keluarga kandung nya sendiri, dan selalu terasingkan. Lalu di timpa oleh fakta mengejutkan yang hampir membuat nya putus asa. ia adalah seorang gadis cantik yang sulit merasakan kebahagian dan menyimpan segudang rasa sakit berserta luka besar di hatinya. "Kamu yang seindah berlian, dan aku yang hanya sebatas serpihan. Serpihan yang tidak berharga ini, dengan tidak tau dirinya menganggap kamu sebagai semesta nya." - yormanda amiya Pramudya. Di hadapkan oleh pilihan yang sulit tentu tidak mudah bagi seorang remaja tampan bernama Chavandra alkenan wirjaya Kehidupan dan kebahagian seseorang bergantung padanya, hingga membuatnya sulit memilih. Cinta? Atau pilihan? Lalu keputusan apa yang akan ia ambil? Dan apakah keputusan nya sudah tepat? "Mencintaimu itu kayak narkoba. Sekali coba jadi candu, gak dicoba bikin penasaran, ditinggalin bikin sakau." -Chavandra alkenan wirjaya. Dan bagaimana jika nanti sebuah fakta tak terduga terungkap? Bisa kah mereka berdua bersatu dan terikat hubungan lebih dari seorang teman, dengan segala masalah dan alasan yang ada? ***** "Kalau ada apa-apa, Lo harus bilang ke gua!"ucap cowo itu tegas. "Kenapa perasaan ini harus ada?"gumam cewe itu perau. ***** "SERANG!!!" Kedua pertarungan di antara dua geng besar itu sudah tidak bisa terelakkan lagi. Bugh Bguh "Mati Lo bangsat!" Bugh ***** Mari kita lihat perjalanan hidup mereka 11.6.22 #27-sendiri #6-freindzone #21-fakta #32-mencintai #111-pertemana
Devil in Your (ANGGARANTA) by dianashevy05
76 parts Complete
[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]
BUMANTARA by wlnnura26
14 parts Complete
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
You may also like
Slide 1 of 10
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
Pelangi Di Matamu cover
CHAVANDA cover
ZERGAN cover
Devil in Your (ANGGARANTA) cover
AFIKA [ END✔ ] cover
Nona Gandari (Terbit) cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover
BUMANTARA cover
Diantara mereka cover

SENJA DI PUNCAK TANGKILING

2 parts Complete Mature

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".