Polemik size (Tamat)

Polemik size (Tamat)

  • WpView
    LECTURAS 10,009
  • WpVote
    Votos 807
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ene 2, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Bentuk tubuh adalah satu hal yang pasti dilirik oleh kebanyakan orang. Sesudah point penting yaitu wajah. Tapi, bagaimana jika point penting itu di tumbuhin oleh sesuatu yang mengerikan seperti jerawat dan kawan-kawannya. Oh, jangan lupa dengan kacamata baca menjadi pendukung dari kehancuran point penting itu. Dua hal itu berimbas kurangnya kepercayaan diri. Bully jadi makanan harinya. Widuri perempuan yang jika senyum menimbulkan lubang yang begitu cantik pada pipinya.Tapi, sayang senyum itu tidak pernah muncul kecuali kepada sang ibunya. Selebihnya hanya ada cc muka datar. mendapatkan bullyan karena wajah dan bentuk tubuhnya membuatnya kuat dan lambat laung menerima dirinya sendiri. Waktu berjalan begitu cepat hingga akhirnya pertemuan itu kembali. Widuri harus bertemu dengan pria yang menghancurkan dunianya, waktu SMA. Naasnya pria itu bertemu tiap hari dengannya. Lalu bagaimanakah widuri harus merelahkan harinya setiap hari? Akan kah, Widuri kuat atau malah sebaliknya. Cover by Pinterest + Canva
Todos los derechos reservados
#905
kesedihan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • No Cerai No Pisah!
  • INSECURE LOVE (END)
  • Extraordinary Zini (END)
  • ALFAZURA[SUDAH TERBIT]
  • Githa or Fitha
  • Hurt Girl! (Completed)
  • DEFENDER [End]
  • I'm Pretty
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Devon menyodorkan surat cerai tepat ke depan muka Rosa. Pria itu tak terlihat main-main. Pada akhirnya pernikahan yang mereka lalui tidak berhasil meskipun Rosa sudah mencoba sebisanya. Rosa menginginkan Devon. Sangat membutuhkan kekuasaan keluarga Wijaya yang berada di genggaman Devon. Dia tak bisa pergi, tak akan mau. Ketika Rosa tengah memutar otak untuk menunda perceraian ini, tiba-tiba saja petir menyambar Devon secepat kilat! "Ja-jangan mati!!!! Ambulans! Tolong, siapa saja panggil ambulans!" jerit Rosa dengan derai air mata bercucuran. Sementara itu, Devon bergeming di tempatnya. Asap-asap hitam mengepul keluar dari sekujur tubuh dan perickan listrik seperti melompat-lompat di atasnya. Namun bukan itu yang penting. Sebuah suara melengking yang pria itu kenal jelas, merasuki kepalanya dengan kurang ajar. Devon bisa mendengar suara isi pikiran Rosa tanpa sepengetahuan wanita itu. Dan darahnya dibuat mendidih. 'Siapa bilang laki-laki ganteng di dunia ini cuma Devon? Cuih! Manusia macam dia mending bertapa di gunung jadi biksu. Percuma dikasih istri secantik aku kalo matanya nggak dipake,' ujar Rosa dalam hati. Gigi Devon bergemeletuk menahan amarah. "ROSA!!" --- Baca lanjutannya di Innovel/ Dreame Gratis!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido