Polemik size (Tamat)

Polemik size (Tamat)

  • WpView
    Reads 9,867
  • WpVote
    Votes 807
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 2, 2024
Bentuk tubuh adalah satu hal yang pasti dilirik oleh kebanyakan orang. Sesudah point penting yaitu wajah. Tapi, bagaimana jika point penting itu di tumbuhin oleh sesuatu yang mengerikan seperti jerawat dan kawan-kawannya. Oh, jangan lupa dengan kacamata baca menjadi pendukung dari kehancuran point penting itu. Dua hal itu berimbas kurangnya kepercayaan diri. Bully jadi makanan harinya. Widuri perempuan yang jika senyum menimbulkan lubang yang begitu cantik pada pipinya.Tapi, sayang senyum itu tidak pernah muncul kecuali kepada sang ibunya. Selebihnya hanya ada cc muka datar. mendapatkan bullyan karena wajah dan bentuk tubuhnya membuatnya kuat dan lambat laung menerima dirinya sendiri. Waktu berjalan begitu cepat hingga akhirnya pertemuan itu kembali. Widuri harus bertemu dengan pria yang menghancurkan dunianya, waktu SMA. Naasnya pria itu bertemu tiap hari dengannya. Lalu bagaimanakah widuri harus merelahkan harinya setiap hari? Akan kah, Widuri kuat atau malah sebaliknya. Cover by Pinterest + Canva
All Rights Reserved
#12
kegembiraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect person
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • Tubby, I Love You! (Selesai)
  • INSECURE LOVE (END)
  • I'm Pretty
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Sweet but Psycho
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • ALFAZURA[SUDAH TERBIT]
  • Extraordinary Zini (END)

[SEBAGIAN PART DI PRIVATE! FOLLOW TERLEBIH DAHULU!] Geby Sabsana Atmaja, selalu bertanya pada dirinya sendiri, tentang mengapa orang-orang di sekitarnya selalu memperlakukannya seperti binatang, memandangnya dengan tatapan jijik juga benci, dan mengolok-olok nya seakan-akan ia adalah makhluk paling buruk di dunia. Cacian dan hinaan sudah menjadi makanannya sehari-hari. Geby terlalu takut untuk melawan, takut pada tatapan orang terhadapnya, takut akan segala sesuatu yang akan terjadi terhadapnya. Jika ada yang bertanya, apakah Geby baik-baik saja, ia pasti akan selalu berkata bahwa dirinya baik-baik saja. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia selalu berteriak bahwa ia 'tidak baik-baik saja.' Tidak ada kata indah dan bahagia di dalam kehidupannya. Hingga suatu hari, ia tidak sengaja berurusan dengan Jenandra Malik Aratama, si anak baru yang sialnya bersaudara dengan Albianile Paramanandra Abraham, lelaki yang kerap membullynya di sekolah. Jenan, pemuda itu, telah berhasil memasuki kehidupan Geby yang penuh dengan luka dan rahasia. Rahasia yang mungkin ia simpan untuk diselesaikan. - Follow, vote dan komen sangat berarti bagi sang penulis cerita ini. _______________________________ ⚠️ Cerita mungkin mengandung kekerasan, seksualitas, kata-kata kasar, bullying dan tema dewasa lainnya. © 2023, 3th June, Perfect person by @syilasabrnady. Hukum undang-undang berlaku bagi pelaku plagiarisme.

More details
WpActionLinkContent Guidelines