Story cover for Angelic (MLA - 2015) by Greysides
Angelic (MLA - 2015)
  • WpView
    Reads 272,636
  • WpVote
    Votes 17,571
  • WpPart
    Parts 51
  • WpView
    Reads 272,636
  • WpVote
    Votes 17,571
  • WpPart
    Parts 51
Complete, First published Dec 29, 2014
Aku hanya manusia lemah tak berarti. Langit cukup luas dan aku tak mampu merengkuhnya.
Aku hanya ingin menjadi malaikat, yang menjadi kekasih langit. 
Dan baru kusadari, malaikat tak mampu merengkuh langit. Karna malaikat tak sehebat Tuhan. Ku lihat, malaikat itu tersenyum.
Dia berbisik, jika tak perlu merengkuh langit untuk menjadi miliknya seutuhnya.
Karna cinta kita sangat kuat. Cinta itu yang membuat kita tetap bersama selamanya.


- FA
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Angelic (MLA - 2015) to your library and receive updates
or
#4cerbungcjr
Content Guidelines
You may also like
Evans life at School by adilmulu
20 parts Ongoing
Di setiap sudut kota ini, ada cerita yang belum terungkap, seperti langit yang selalu ada, tanpa pernah lelah menemani siapa pun yang ingin memandangnya. Evan, seorang pemuda yang telah terbiasa hidup sederhana, sering merasa langit adalah satu-satunya yang bisa ia percayai. Anak tunggal, dengan kesederhanaannya yang luar biasa, dia tumbuh dengan prinsip bahwa kasih sayang bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui hubungan yang tak terucapkan, seperti dirinya dengan Riana. Riana, gadis berhijab yang penuh dengan misteri, tumbuh dengan dunia yang penuh kenyamanan dan harapan. Tapi di balik senyum malu yang selalu menghiasi wajahnya, ada sesuatu yang lebih dalam, rasa yang tak bisa ia ungkapkan. Sebuah perasaan yang mulai muncul, yang perlahan tumbuh, tanpa bisa ia kontrol. Dan Dika, sahabat lama Evan, yang selalu ada untuk mengingatkan Evan akan masa lalu mereka, bahwa Riana adalah gadis yang dulu mereka berdua kenal, dan sekarang ia mungkin ingin lebih dari sekadar teman. Satu langit yang sama, dan sejuta pertanyaan tentang apa yang harus diutarakan. Perasaan yang terpendam, kebingungan yang menggelayut, dan keputusan yang akan mengubah segalanya, itu yang harus mereka hadapi. Ketika rasa mengaburkan batasan, ketika kasih sayang bertemu dengan cinta yang tak terungkap, dunia yang mereka kenal tak lagi sama. Akankah mereka memilih untuk jujur pada hati mereka? Atau akankah mereka tetap bertahan pada kenyamanan yang sudah ada?
You may also like
Slide 1 of 10
Evans life at School cover
From Me in Somewhere cover
Poison Of Love cover
🖇️ Your Enemy Is Your Soul Mate 💌 ( Shinazugawa Sanemi x Yourname) cover
The Colours Of Life cover
My Bromance [18+] End cover
Badboy and Stalker cover
My Idol Is My Husband cover
Warna Yang Hilang cover
Secret Things [Completed] cover

Evans life at School

20 parts Ongoing

Di setiap sudut kota ini, ada cerita yang belum terungkap, seperti langit yang selalu ada, tanpa pernah lelah menemani siapa pun yang ingin memandangnya. Evan, seorang pemuda yang telah terbiasa hidup sederhana, sering merasa langit adalah satu-satunya yang bisa ia percayai. Anak tunggal, dengan kesederhanaannya yang luar biasa, dia tumbuh dengan prinsip bahwa kasih sayang bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui hubungan yang tak terucapkan, seperti dirinya dengan Riana. Riana, gadis berhijab yang penuh dengan misteri, tumbuh dengan dunia yang penuh kenyamanan dan harapan. Tapi di balik senyum malu yang selalu menghiasi wajahnya, ada sesuatu yang lebih dalam, rasa yang tak bisa ia ungkapkan. Sebuah perasaan yang mulai muncul, yang perlahan tumbuh, tanpa bisa ia kontrol. Dan Dika, sahabat lama Evan, yang selalu ada untuk mengingatkan Evan akan masa lalu mereka, bahwa Riana adalah gadis yang dulu mereka berdua kenal, dan sekarang ia mungkin ingin lebih dari sekadar teman. Satu langit yang sama, dan sejuta pertanyaan tentang apa yang harus diutarakan. Perasaan yang terpendam, kebingungan yang menggelayut, dan keputusan yang akan mengubah segalanya, itu yang harus mereka hadapi. Ketika rasa mengaburkan batasan, ketika kasih sayang bertemu dengan cinta yang tak terungkap, dunia yang mereka kenal tak lagi sama. Akankah mereka memilih untuk jujur pada hati mereka? Atau akankah mereka tetap bertahan pada kenyamanan yang sudah ada?