Hetto
  • WpView
    Reads 568
  • WpVote
    Votes 595
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 4, 2022
"Nanti disana juga akan banyak perempuan yang lebih cantik." "Walupun, aku tetap berusaha. Karena kepercayaan yang kuat akan menghasilkan sesuatu yang hebat." Ucapnya bijak. Namanya Hetto, hanya Hetto. Singkat, namanya sesingkat kisah mereka. Bukan, bukan hanya cerita cinta beda agama. Dinding penghalang yang menjulang ke langit itu sudah runtuh. Namun runtuh pula perasaan itu. Zifa menjauhi dan mengabaikan makhluk ciptaan-Nya demi memilih sang pencipta. Dan dikala Tuhan mereka sudah sama. Perasaan berubah, lenyap, dan ia pergi menjauh hingga tak dapat diraih. Zifa belajar menerima bahwa ketetapan Tuhan adalah yang terbaik. Takdir Tuhan akan selalu indah, walau perlu air mata untuk menerimanya. Bahagiakah akhir kisah mereka? Apakah takdir Tuhan akan menuntun mereka pada kebahagiaan? HETTO: ketika Dinding yang Menghalangi Telah Runtuh. Written By: Jihanifitinanc
All Rights Reserved
#947
destiny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • Langit dan Kenangannya
  • MY LOVE STORY
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • Gadis Brengsek✔
  • Qanita
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Step Backward
  • Berlabuh di Takdir-Nya

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines