Hetto
  • WpView
    LECTURES 567
  • WpVote
    Votes 595
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juin 4, 2022
"Nanti disana juga akan banyak perempuan yang lebih cantik." "Walupun, aku tetap berusaha. Karena kepercayaan yang kuat akan menghasilkan sesuatu yang hebat." Ucapnya bijak. Namanya Hetto, hanya Hetto. Singkat, namanya sesingkat kisah mereka. Bukan, bukan hanya cerita cinta beda agama. Dinding penghalang yang menjulang ke langit itu sudah runtuh. Namun runtuh pula perasaan itu. Zifa menjauhi dan mengabaikan makhluk ciptaan-Nya demi memilih sang pencipta. Dan dikala Tuhan mereka sudah sama. Perasaan berubah, lenyap, dan ia pergi menjauh hingga tak dapat diraih. Zifa belajar menerima bahwa ketetapan Tuhan adalah yang terbaik. Takdir Tuhan akan selalu indah, walau perlu air mata untuk menerimanya. Bahagiakah akhir kisah mereka? Apakah takdir Tuhan akan menuntun mereka pada kebahagiaan? HETTO: ketika Dinding yang Menghalangi Telah Runtuh. Written By: Jihanifitinanc
Tous Droits Réservés
#950
kecewa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Qanita
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Cinta Gadis Biasa [On Going]
  • ABIAN HALA
  • Langit dan Kenangannya
  • Ikhwan [SELESAI]
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu