ALIAZI
  • WpView
    GELESEN 86
  • WpVote
    Stimmen 13
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Jan. 11, 2022
"Ghazi!! Alisha nebeng yaa!!" "Ghazi temenin Alisha nanti malem yaa" "Ghazi punya 10 kepribadian ya!?" "Kalau Alisha punya pacar boleh?" Alisha Esmira. Wanita paling beruntung kata Ghazi, wanita yang tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya sedang hancur, dan wanita yang telah membuat hidup Ghazi berbeda setiap harinya. Semenjak salah satu anak futsal sekolah lain yang bernama Daffa hadir dikehidupan Alisha, apakah Alisha tetap menjadi sosok wanita yang Ghazi kenal selama 5 tahun terakhir ini? Aku minta maaf sebelumnya kalau ada kesalahan dalam penulisan aku. Happy Reading... Selamat masuk ke dalam kisah Alisha dan Ghazi ^-^
Alle Rechte vorbehalten
#77
alisha
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • DAKSA [END]
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • GHAZI ELZIO [TAMAT]
  • Eramnesia
  • ARAKHA
  • ALEAGAS [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Arsalan Sa'ad Al-Malik
  • Cegilbar (cewek gila bar-bar)

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien