We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rival Brother

Rival Brother

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Wonwoo dan Seokmin, dua kakak beradik ini harus bersaing untuk menaklukkan hati Jiwon, gadis pemuja zodiak. Sialnya, Wonwoo harus kalah . Satu tahun, hubungan Seokmin - Jiwon mulai masuk ke fase kritis. Seokmin muak kehidupannya terlalu diatur peruntungan zodiak. Ketika itu ,muncullah y/n, gadis asal Semarang yang sudah lebih dulu di incar Wonwoo. Merasa tertantang untuk kembali mengalahkan kakaknya, Seokmin bertekad menjadikan Y/n sebagai pelarian dari Jiwon. Sementara itu, Wonwoo tidak sudi cintanya kandas lagi karena Seokmin.Api persaingan pun membara lebih hebat dari sebelumnya! Apakah Y/n akan diam saja tercebur di tengah badai perang dua bersaudara paling populer disekolah itu? Lalu, bagaimana dengan Jiwon? Apakah peruntungan zodiaknya akan lebih baik kali ini?
All Rights Reserved
#280
rival
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Shapered
  • DESTINY [Sudah Terbit]
  • Friend Of All Things ✓
  • Love's Serendipity
  • Another Side
  • Lee Family
  • [N#1] SIREN || Meanie
  • Steganografi [JeongCheol Ver.]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines