Story cover for Alfur [Peri] by TyasKP
Alfur [Peri]
  • WpView
    LECTURAS 3,937
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 3,937
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado may 25, 2011
Darcy berjalan setengah berlari dari hutan eboni saat ia sadar ia dibuntuti seorang pria dengan sayap besar berwarna hitam pekat. Neal, sahabatnya teringat dongeng masa kecilnya tentang Alfur yang membangun kota Xotiko, kota mereka tinggal. Apakah ada hubungan antara sosok pria bersayap langit malam dengan dongeng kota Xotiko?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Alfur [Peri] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Xagala de FanisaSibarani
14 partes Concluida
Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
pinetta de iqqy_rizky
11 partes Concluida
Di sebuah desa yang terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kota besar, Pine menemukan dirinya terdampar di sebuah tempat yang bahkan tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, Bentala. Sebuah desa yang tampaknya begitu damai dengan lanskap alamnya yang asri dan udara segar, namun, di balik keindahan itu, ada kabut misteri yang mengelilinginya. Pine, gadis berusia 18 tahun, baru saja pindah ke desa ini bersama keluarganya setelah peristiwa yang tak dapat dia lupakan di kota besar. Seperti sebuah takdir yang tertulis, desa Bentala menyimpan begitu banyak rahasia yang belum ia ketahui. Meskipun indah, desa ini terasa seperti puzzle yang belum terpecahkan, dengan setiap sudutnya menyembunyikan kisah lama yang terlupakan. Sambil mencoba menyesuaikan diri, Pine mulai menggali lebih dalam tentang tempat tinggal barunya. Namun, semakin ia mencari, semakin banyak pertanyaan yang muncul. Di tengah-tengah pencariannya, ada beberapa orang yang menjadi bagian penting dalam hidupnya. Reygavta, sepupunya yang misterius dan penuh teka-teki, selalu ada di sampingnya, menawarkan perlindungan namun dengan tatapan penuh rahasia. Ada juga Dzaki, teman lama yang penuh dengan kebaikan, namun jauh lebih tahu tentang desa ini daripada yang Pine kira. Tak ketinggalan, Zayyan, seorang pria yang tampaknya terobsesi dengan Pine, meskipun dia tinggal di kota besar, Asmaralana. Di kota yang tampaknya tenang, semua rahasia yang telah lama terkubur perlahan mulai terungkap, namun tidak semuanya membawa kebaikan. Apa yang sebenarnya tersembunyi di desa Bentala? Siapa yang bisa dia percayai? Hanya waktu yang akan mengungkapkan segalanya. Baca untuk merasakan sensasi menjadi detektif dan tinggalkan bukti kuat kalian di kolom komentar terimakasih ^•^
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Xagala cover
DAN HATIKU MEMILIH KAMU cover
pinetta cover
Scond Life Fake Nerd cover
Misteri Hutan Terlarang  cover
Lost in the Woods cover
My love ' My Enemy [ END ] cover
The enemy is my love cover
Pangeran Kegelapan cover

Xagala

14 partes Concluida

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.