| SUDAH DITERBITKAN! |
Bagi wanita sepertiku- Mahasiswa semester akhir yang berkeseharian menulis sebagai Passion dan Hoby, aku dituntut berpikir kritis dan memiliki logika matang. Oleh karenanya, jatuh cinta adalah satu-satunya perkara gila yang takkan pernah ada dalam coretan tinta hidupku.
Aku memiliki prinsip bahwa Cinta adalah Kewajiban. Bahkan selain Mulianya Akhlak, Rasulullah SAW dikenal sebagai manusia yang cinta-kasihnya sempurna hingga dijadikan sebagai cermin dari masa ke masa.
Bagi Islam pun juga Bagiku, Cinta adalah hal yang wajar.
Hingga Suatu hari di musim gugur, aku dihadapkan dengan seorang pria yang dijuluki 'Pelukis Malam'. Semua orang memujinya sebagai pria misterius yang memiliki kemampuan melihat objek lukisan tak lebih dari 5 detik untuk hasil karya paripurna.
Tak kusangka dunia menuntunku pada ruang dimana mata tajam pelukis itu beradu dengan mataku. Mencipta Frasa Keheningan yang sulit kutulis sebagai sebuah Analogi dan Logika.
Itu adalah kesalahan fatal. Karena pada detak dan detik itulah seharusnya semesta sadar, jika dia telah kehilangan 5 detiknya dan aku telah kehilangan prinsipku.
***
{Romance-Spiritual Story}
Tag me on instagram @annadzofah or @en.ndfaaa if you share something from this story
[HARAP FOLLOW SEBELUM BACA]
My first story ya, maaf kalau bagian bagian awal rada amburadul, bakal direvisi setelah cerita selesai, [mohon hargai setiap part dengan bintang]
Enjoy this story gaes, PLAGIATOR MENJAUH, yang plagiat, istighfar dan ingat Allah ya, Allah maha melihat,
Takdir, itu adalah dari sang pencipta
Entah itu baik ataupun buruk bagi kita setidaknya itulah garis hidup yang harus dijalani,
Bukan tanpa alasan aku memilihmu karena aku yakin apa yang Allah tujukan untukku adalah yang terbaik, kita memang dua orang asing yang dipaksa mengikat rasa padahal ada hati yang harus dijaga, diatas nama 'perjodohan'lah kita dipersatukan dalam sebuah ikrar. Aku bukan wanita baik, ataupun menarik aku hanyalah wanita akhir zaman yang membutuhkan sandaran keagamaan dan sebuah masa depan impian bersamamu kekasih pilihan.
(Nabilla Zahratussalma)
Membagi hati tak semudah yang dimengerti karena hati ini sudah terisi oleh sebuah nama yang lebih dahulu terpatri, hanya alasan berbakti, maka aku mengerti dan menerima sebuah hati yang baru ini. Saya percaya takdir, namun saya tidak bisa menerima dan mencintaimu sepenuh hati karena ada puan yang saya nanti, saya hafidz quran tapi maafkan perilaku saya yang tak berperasaan, semoga kamu tau arti sebuah kebencian yang mungkin berbuah kecintaan.
(Ghani Alfarizy)
Skenario Allah adalah sebaik baiknya rencana, yang tak dapat diperkirakan oleh manusia.
DONT COPY THIS STORY
Follow ig nisa @annisa_laylia :)